Buku Broken Strings Seret Nama Nikita Willy, Diduga Artis Arogan yang Pernah Tolak Aurelie Moeremans
Rabu, 14 Januari 2026 - 14:57 WIB
Nikita Willy. Foto/Instagram @nikitawillyofficial94
JAKARTA - Setelah Roby Tremonti , Buku Broken Strings yang ditulis Aurelie Moremans kini menyeret nama lain. Kali ini nama Nikita Willy dituding sebagai sosok arogan dalam buku tersebut. Ia diduga adalah sosok artis papan atas yang pernah menolak Aurelie menjadi lawan mainnya di sinetron.
Dugaan itu mengarah pada Nikita Willy karena tulisan Aurelie Moremans yang menyebut perlakuan yang ia terima saat baru merintis menjadi artis. Kala itu ada seorang artis papan atas yang menatap sinis pada Aurelie.
Kisah ini sebelumnya juga pernah ia ceritakan pada sebuah talkshow. Di mana dalam ceritanya, tempat ia duduk dibersihkan oleh asisten artis arogan tersebut.
Baca Juga : Aurelie Moeremans Buka Suara usai Penikahannya Diungkit Roby Tremonti
"Lalu dia masuk, pemeran utama, bintang yang semua orang mengitari. Ia menatap tepat padaku. Aku berdiri, berusaha sopan, tubuhku bergerak lebih cepat daripada otakku. Aku tersenyum kecil, gugup dan hormat. Ia tidak membalas senyum. Tidak menyapa. Ia mengamatiku dari ujung rambut sampai ujung kaki, seperti ada barang yang tiba-tiba dikirim ke rumahnya tanpa ia pesan. Tidak tahu lagi harus bagaimana, aku duduk kembali," penggalan cerita di buku karya Aurelie tersebut.
Dugaan itu mengarah pada Nikita Willy karena tulisan Aurelie Moremans yang menyebut perlakuan yang ia terima saat baru merintis menjadi artis. Kala itu ada seorang artis papan atas yang menatap sinis pada Aurelie.
Kisah ini sebelumnya juga pernah ia ceritakan pada sebuah talkshow. Di mana dalam ceritanya, tempat ia duduk dibersihkan oleh asisten artis arogan tersebut.
Baca Juga : Aurelie Moeremans Buka Suara usai Penikahannya Diungkit Roby Tremonti
"Lalu dia masuk, pemeran utama, bintang yang semua orang mengitari. Ia menatap tepat padaku. Aku berdiri, berusaha sopan, tubuhku bergerak lebih cepat daripada otakku. Aku tersenyum kecil, gugup dan hormat. Ia tidak membalas senyum. Tidak menyapa. Ia mengamatiku dari ujung rambut sampai ujung kaki, seperti ada barang yang tiba-tiba dikirim ke rumahnya tanpa ia pesan. Tidak tahu lagi harus bagaimana, aku duduk kembali," penggalan cerita di buku karya Aurelie tersebut.
Lihat Juga :