Mitos Transplantasi Ginjal Beredar di Masyarakat, Ini Faktanya
Minggu, 15 Februari 2026 - 06:30 WIB
Transplantasi ginjal menjadi tindakan yang disarankan dilakukan bagi penderita gagal ginjal. Foto/Mei Sada.
JAKARTA - Transplantasi ginjal menjadi tindakan yang disarankan dilakukan bagi penderita gagal ginjal . Namun langkah ini biasanya terkendala dengan minimnya donor ginjal di Indonesia sehingga masyarakat memilih tindakan dialisis (cuci darah).
Minimnya donor ginjal di Indonesia juga diwarnai mitos yang beredar di masyarakat. Di mana mitos yang paling sering dibahas adalah pendonor ginjal harus memiliki golongan darah yang sama atau berasal dari keluarga inti.
Baca juga: Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu, Menkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini
Namun ternyata dunia medis menggunakan prinsip kecocokan, bukan kesamaan mutlak. Hal itu dijelaskan oleh Dokter Spesialis Urologu, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid saat acara Clinical Milestone: Paparan Perjalanan 500 Kidney Transplant di Siloam ASRI pada Sabtu (14/2/2026).
Minimnya donor ginjal di Indonesia juga diwarnai mitos yang beredar di masyarakat. Di mana mitos yang paling sering dibahas adalah pendonor ginjal harus memiliki golongan darah yang sama atau berasal dari keluarga inti.
Baca juga: Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu, Menkes Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini
Namun ternyata dunia medis menggunakan prinsip kecocokan, bukan kesamaan mutlak. Hal itu dijelaskan oleh Dokter Spesialis Urologu, Prof. Dr. dr. Nur Rasyid saat acara Clinical Milestone: Paparan Perjalanan 500 Kidney Transplant di Siloam ASRI pada Sabtu (14/2/2026).
Lihat Juga :