Hari Kanker Sedunia: Menguatkan Kesadaran dan Proteksi Kesehatan Masyarakat
Jum'at, 27 Februari 2026 - 08:47 WIB
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Madu Herbal Zymuno kembali mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Foto/The Culinary Herb Garden
JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) yang diperingati setiap tanggal 4 Februari, PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) melalui produk Madu Herbal Zymuno kembali mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, khususnya dalam menghadapi risiko kanker yang dapat muncul pada siapa saja.
Kanker masih menjadi tantangan kesehatan serius, baik di tingkat nasional maupun global. Di Indonesia, kanker tercatat sebagai penyebab kematian ketiga terbesar. Berdasarkan data Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO), terdapat lebih dari 408.661 kasus kanker baru dan hampir 242.099 kematian akibat kanker di Indonesia pada tahun 2022. Angka ini menunjukkan besarnya beban penyakit kanker serta pentingnya upaya pencegahan dan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan.
Secara global, ancaman kanker juga diperkirakan akan terus meningkat. WHO melalui International Agency for Research on Cancer (IARC) memproyeksikan bahwa jumlah kasus kanker di dunia dapat melonjak hingga lebih dari 35 juta kasus baru per tahun pada 2050, apabila tren saat ini terus berlanjut. Proyeksi tersebut menegaskan urgensi penerapan strategi preventif yang kuat, termasuk penerapan gaya hidup sehat dan pemanfaatan potensi bahan alami sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.
Sel kanker dikenal berkembang biak secara tidak terkendali dan bersifat sangat agresif. Sel-sel ini menggunakan energi yang seharusnya dimanfaatkan tubuh untuk menjaga fungsi kesehatan, sehingga menyebabkan penurunan kondisi fisik secara signifikan. Kondisi inilah yang membuat kanker menjadi salah satu penyakit paling ditakutkan dan memerlukan perhatian serius dari berbagai aspek.
Kanker masih menjadi tantangan kesehatan serius, baik di tingkat nasional maupun global. Di Indonesia, kanker tercatat sebagai penyebab kematian ketiga terbesar. Berdasarkan data Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO), terdapat lebih dari 408.661 kasus kanker baru dan hampir 242.099 kematian akibat kanker di Indonesia pada tahun 2022. Angka ini menunjukkan besarnya beban penyakit kanker serta pentingnya upaya pencegahan dan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan.
Secara global, ancaman kanker juga diperkirakan akan terus meningkat. WHO melalui International Agency for Research on Cancer (IARC) memproyeksikan bahwa jumlah kasus kanker di dunia dapat melonjak hingga lebih dari 35 juta kasus baru per tahun pada 2050, apabila tren saat ini terus berlanjut. Proyeksi tersebut menegaskan urgensi penerapan strategi preventif yang kuat, termasuk penerapan gaya hidup sehat dan pemanfaatan potensi bahan alami sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.
Sel kanker dikenal berkembang biak secara tidak terkendali dan bersifat sangat agresif. Sel-sel ini menggunakan energi yang seharusnya dimanfaatkan tubuh untuk menjaga fungsi kesehatan, sehingga menyebabkan penurunan kondisi fisik secara signifikan. Kondisi inilah yang membuat kanker menjadi salah satu penyakit paling ditakutkan dan memerlukan perhatian serius dari berbagai aspek.
Lihat Juga :