Bukan Sekadar Horor, Setannya Cuan Hadir di Bulan Ramadan
Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:05 WIB
Produser Eksekutif sekaligus penggagas cerita, dr Robby Hilman Maulana, menyebut film ini relevan dengan suasana Ramadan.
“Kami melihat Setannya Cuan sebagai hiburan yang segar di tengah Ramadan. Justru karena bulan puasa identik dengan refleksi diri, film ini terasa kontekstual. Ia mengingatkan bahwa godaan terbesar bukan selalu dari luar, tapi dari dalam diri kita," tutur dia.
Setannya Cuan diperkuat deretan pemain lintas generasi seperti Fico Fachriza, Joe P-Project, Anyun Cadel, Nadine Alexandra, Dimas Andrean, Aming, Ben Kasyafani, Candil, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Budi Dalton, hingga Haji Malih Tong Tong. Kehadiran mereka menjanjikan warna komedi yang beragam, dari slapstick hingga satir subtil.
Film ini juga dilengkapi lagu tema yang diciptakan khusus dan dibawakan Kojek Rapper Betawi bersama Jelita Jelly, memperkuat karakter unik dalam cerita.
Melalui racikan horor lokal seperti pocong, tuyul, dan babi ngepet, film ini menyiratkan pesan bahwa yang paling menyeramkan bukanlah makhluk gaib, melainkan manusia yang tak pernah merasa cukup. Sebuah refleksi sosial yang dikemas dalam balutan teror dan tawa.
“Kami melihat Setannya Cuan sebagai hiburan yang segar di tengah Ramadan. Justru karena bulan puasa identik dengan refleksi diri, film ini terasa kontekstual. Ia mengingatkan bahwa godaan terbesar bukan selalu dari luar, tapi dari dalam diri kita," tutur dia.
Setannya Cuan diperkuat deretan pemain lintas generasi seperti Fico Fachriza, Joe P-Project, Anyun Cadel, Nadine Alexandra, Dimas Andrean, Aming, Ben Kasyafani, Candil, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Budi Dalton, hingga Haji Malih Tong Tong. Kehadiran mereka menjanjikan warna komedi yang beragam, dari slapstick hingga satir subtil.
Film ini juga dilengkapi lagu tema yang diciptakan khusus dan dibawakan Kojek Rapper Betawi bersama Jelita Jelly, memperkuat karakter unik dalam cerita.
Melalui racikan horor lokal seperti pocong, tuyul, dan babi ngepet, film ini menyiratkan pesan bahwa yang paling menyeramkan bukanlah makhluk gaib, melainkan manusia yang tak pernah merasa cukup. Sebuah refleksi sosial yang dikemas dalam balutan teror dan tawa.
(dra)
Lihat Juga :