Bukan Sekadar Horor, Setannya Cuan Hadir di Bulan Ramadan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:05 WIB
Senada dengan itu, produser Avesina Soebli menjelaskan sejak awal tim produksi ingin menghadirkan tontonan yang memiliki kekuatan dramatik.

“Sejak awal kami ingin menghadirkan komedi horor yang bukan hanya lucu dan seram, tapi punya napas dramatik yang kuat. film ini menyajikan tontonan yang menghibur namun tetap bermakna," ujar dia.

Secara garis besar, film ini mengangkat kisah perebutan kursi lurah di kampung Cicalengka yang dimenangkan oleh Adang. Namun kemenangan tersebut justru menjadi awal petaka. Adang bangkrut, sementara rivalnya, Asep, mendadak kaya berkat angka togel yang didapat dari dukun bernama Rojan.

Persekutuan lama antara Adang, Asep, dan Rojan berubah menjadi bara dendam ketika keserakahan menguasai akal. Kematian Asep memicu rentetan kejadian ganjil: batu nisan dicuri, pocong dibangkitkan, tuyul dan babi ngepet berkeliaran, hingga muncul “setan togel” yang menggoda warga dengan janji angka keberuntungan.

Di tengah kekacauan, hadir sosok Mince, janda muda yang menjadi pusat perhatian pemuda kampung dan memperkeruh suasana. Sementara itu, Rojan terungkap sebagai dalang kekayaan instan sekaligus pembunuh Nila, kembang desa yang menolak cintanya.

Satu-satunya harapan warga tinggal pada Ujang, yang berusaha menghentikan kutukan dengan keberanian dan dendam yang tersisa. Konflik inilah yang menjadi poros dramatik film, sekaligus metafora tentang harga yang harus dibayar atas keserakahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!