Angka Kasus Kanker Tembus 408 Ribu, Teknologi SPECT/CT Pertama Hadir untuk Putus Diagnosis Stadium Lanjut
Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:36 WIB
Foto: Doc. Istimewa
JAKARTA - Dengan catatan kelam lebih dari 408.661 kasus kanker baru dan 242.988 kematian berdasarkan data GLOBOCAN, Indonesia saat ini tengah menghadapi beban berat krisis kesehatan. Tingginya angka mortalitas ini diperparah oleh fakta bahwa mayoritas pasien baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut akibat keterbatasan akses deteksi dini.
Merespons urgensi medis tersebut, Siemens Healthineers bersama MRCCC Siloam Semanggi resmi meluncurkan Symbia Pro.Specta, sebuah teknologi pencitraan molekuler hybrid generasi terbaru. Langkah ini menandai kehadiran sistem SPECT/CT pertama di MRCCC Siloam Semanggi sekaligus menjadi lompatan besar dalam kedokteran nuklir di Indonesia untuk memotong rantai keterlambatan diagnosis.
Onkologi Presisi Guna Memutus Diagnosis Stadium Lanjut
Peluncuran resmi yang digelar dalam The 6th Siloam Oncology Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta ini, memproyeksikan Symbia Pro.Specta sebagai ujung tombak precision medicine. Teknologi ini mampu mengintegrasikan pencitraan fungsional dan anatomi sekaligus, sehingga dokter dapat membaca karakteristik biologis tumor secara mendalam hingga tingkat molekuler.
Merespons urgensi medis tersebut, Siemens Healthineers bersama MRCCC Siloam Semanggi resmi meluncurkan Symbia Pro.Specta, sebuah teknologi pencitraan molekuler hybrid generasi terbaru. Langkah ini menandai kehadiran sistem SPECT/CT pertama di MRCCC Siloam Semanggi sekaligus menjadi lompatan besar dalam kedokteran nuklir di Indonesia untuk memotong rantai keterlambatan diagnosis.
Onkologi Presisi Guna Memutus Diagnosis Stadium Lanjut
Peluncuran resmi yang digelar dalam The 6th Siloam Oncology Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta ini, memproyeksikan Symbia Pro.Specta sebagai ujung tombak precision medicine. Teknologi ini mampu mengintegrasikan pencitraan fungsional dan anatomi sekaligus, sehingga dokter dapat membaca karakteristik biologis tumor secara mendalam hingga tingkat molekuler.
Lihat Juga :