Tren Kedai Kopi dan Makanan Melonjak, Dorong Transformasi Industri F&B

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:30 WIB
Pertumbuhan gerai food chain di Asia Pasifik diprediksikan mengalami peningkatan pada 2025-2030. Foto/ist
JAKARTA - Pertumbuhan gerai food chain di Asia Pasifik diprediksikan mengalami peningkatan pada 2025-2030 dengan CAGR 8%, yang mayoritas disebabkan oleh pertumbuhan kedai kopi dan teh.

Berdasarkan data Euromonitor International,



Indonesia merajai pertumbuhan dalam format food delivery yakni sebesar 13%, diikuti Vietnam sebesar 10% dan Thailand sebesar 9%. Pada periode yang sama, jumlah transaksi food service di Indonesia diprediksikan mengalami peningkatan dengan CAGR 6.6%

Pertumbuhan ini secara langsung mendorong kebutuhan akan bahan baku yang lebih praktis. Pelaku bisnis F&B, dari coffee shop independen hingga jaringan skala internasional, membutuhkan bahan baku dalam format yang memangkas waktu preparasi dan mudah diintegrasikan ke dalam standar operasional bisnis.

Hal ini membuat PT Lautan Natural Krimerindo (LNK), salah satu perusahaan manufaktur krimer nabati terbesar di Asia Tenggara melakukan pengembangan bisnis pada sektor bahan baku liquid untuk industri makanan dan minuman (F&B). Langkah ini dilakukan untuk melayani peningkatan kebutuhan pasar terhadap solusi bahan baku yang lebih praktis dan efisien, terutama pada segmen horeka (food service).

Perjalanan LNK dimulai dari pengembangan produk krimer nabati berbentuk bubuk yang telah digunakan secara luas oleh pelaku industri, baik di Indonesia maupun mancanegara. Seiring perkembangan industri F&B, kebutuhan pasar mengalami perubahan yang signifikan. Dari riset pasar yang dilakukan, LNK menangkap bahwa pebisnis makanan dan minuman tidak hanya membutuhkan kualitas produk yang konsisten, namun juga solusi yang lebih praktis dan siap digunakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!