Potensi Game Digital sebagai Terapi Preventif Demensia bagi Populasi Lansia Global

Kamis, 02 Juli 2026 - 16:06 WIB
Peningkatan populasi lanjut usia (lansia) di berbagai negara terus membawa tantangan baru di sektor kesehatan publik, terutama terkait penurunan kognitif.
JAKARTA - Peningkatan populasi lanjut usia (lansia) di berbagai negara terus membawa tantangan baru di sektor kesehatan publik, terutama terkait tingginya risiko penurunan kognitif dan isolasi sosial. Di tengah kekhawatiran terhadap peningkatan kasus demensia, kini muncul adaptasi teknologi berupa pemanfaatan permainan video (video game) sebagai medium terapi suportif.

Fenomena yang dikenal sebagai Silver eSports ini mulai diakui secara luas di berbagai belahan dunia, bukan sekadar sebagai sarana rekreasi, melainkan sebagai instrumen kesehatan preventif yang berpotensi memperpanjang usia sehat kelompok masyarakat senior.



Secara teknis, aktivitas dalam ekosistem gim interaktif menuntut sinkronisasi antara rangsangan visual, pengambilan keputusan cepat, dan pergerakan motorik halus pada jari. Stimulasi kognitif yang intens dan berkala ini dinilai efektif untuk mempertahankan fungsi sel otak dan memperlambat gejala demensia.

Lebih dari dampak klinis, ekosistem Silver eSports turut membuka ruang interaksi sosial yang inklusif. Melalui platform digital, lansia dapat berkomunikasi lintas generasi secara lebih mudah, meminimalkan rasa kesepian yang kerap menjadi pemicu menurunnya kualitas kesehatan mental di usia senja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!