Cara Menerawang Kepribadian Orang dari Pilihan Kata di Media Sosialnya
Selasa, 22 September 2020 - 19:58 WIB
Media sosial seseorang bisa cukup menggambarkan kepribadian orang tersebut. Foto/Shutterstock
JAKARTA - Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar profil media sosial seseorang mencerminkan kepribadian aktual orang tersebut, bukan versi ideal dari diri mereka sendiri.
Hasil penelitian tersebut diambil dari Sage Journals yang berjudul "A Review of Facebook Research in the Social Sciences".
Mengutip dari Psychology Today, dari sejumlah besar penelitian tentang penggunaan media sosial dan kepribadian , ada lima model kepribadian yang sering dipakai dalam ilmu psikologi, yaitu Extraversion, Agreeableness, Conscientiousness, Openness, dan Neuroticism.
Dalam studinya berjudul "Personality and Patterns of Facebook Usage" Bachrach dan koleganya menemukan bahwa mereka bisa memprediksi tingkat ekstraversi, keterbukaan, dan kesadaran pengguna media sosial dengan melihat beberapa hal dari media sosial seseorang.
Mulai dari fitur profil dasar, jumlah "suka", jumlah teman, atau jumlah pembaruan status, jumlah tulisan yang dibuat dalam postingan tertentu, jenis kata-kata yang digunakan, frekuensi penggunaan media sosial, hingga konten yang sering disebarkan.
Sementara studi "Journal of Personality and Social Psychology Automatic Personality Assessment Through Social Media Language" pada 2014, para peneliti memakai algoritma komputer untuk menentukan kata-kata yang secara unik terkait dengan ciri-ciri kepribadian yang berbeda.
Nah, mengacu dari beberapa penelitian tersebut, tiap model kepribadian dan aktivitas media sosialnya bisa dirangkum seperti berikut ini. (Baca Juga: Mengenal Modelling Theory, Sains di balik Endorsement )
1. EXTRAVERSION
Foto: Afta Putta Gunawan/Pexels
Mengutip dari labpsipol.psikologi.ui.ac.id, Extraversion mengacu pada orang yang punya kemampuan bersosialisasi dan merasa diberi energi oleh interaksi dengan orang lain. Kita biasa mengenalnya sebagai orang yang ekstrover.
Orang yang punya ekstraksi tinggi umumnya memakai kata-kata "cinta", "malam", dan "pesta" yang mencerminkan aktivitas atau hubungan sosial.
Sebaliknya, mereka yang punya tingkat ekstraversi rendah cenderung memakai kata "komputer", "Saya", dan "Saya tidak", yang mencerminkan fokus yang lebih besar pada diri sendiri daripada orang lain.
Hasil penelitian tersebut diambil dari Sage Journals yang berjudul "A Review of Facebook Research in the Social Sciences".
Mengutip dari Psychology Today, dari sejumlah besar penelitian tentang penggunaan media sosial dan kepribadian , ada lima model kepribadian yang sering dipakai dalam ilmu psikologi, yaitu Extraversion, Agreeableness, Conscientiousness, Openness, dan Neuroticism.
Dalam studinya berjudul "Personality and Patterns of Facebook Usage" Bachrach dan koleganya menemukan bahwa mereka bisa memprediksi tingkat ekstraversi, keterbukaan, dan kesadaran pengguna media sosial dengan melihat beberapa hal dari media sosial seseorang.
Mulai dari fitur profil dasar, jumlah "suka", jumlah teman, atau jumlah pembaruan status, jumlah tulisan yang dibuat dalam postingan tertentu, jenis kata-kata yang digunakan, frekuensi penggunaan media sosial, hingga konten yang sering disebarkan.
Sementara studi "Journal of Personality and Social Psychology Automatic Personality Assessment Through Social Media Language" pada 2014, para peneliti memakai algoritma komputer untuk menentukan kata-kata yang secara unik terkait dengan ciri-ciri kepribadian yang berbeda.
Nah, mengacu dari beberapa penelitian tersebut, tiap model kepribadian dan aktivitas media sosialnya bisa dirangkum seperti berikut ini. (Baca Juga: Mengenal Modelling Theory, Sains di balik Endorsement )
1. EXTRAVERSION
Foto: Afta Putta Gunawan/Pexels
Mengutip dari labpsipol.psikologi.ui.ac.id, Extraversion mengacu pada orang yang punya kemampuan bersosialisasi dan merasa diberi energi oleh interaksi dengan orang lain. Kita biasa mengenalnya sebagai orang yang ekstrover.
Orang yang punya ekstraksi tinggi umumnya memakai kata-kata "cinta", "malam", dan "pesta" yang mencerminkan aktivitas atau hubungan sosial.
Sebaliknya, mereka yang punya tingkat ekstraversi rendah cenderung memakai kata "komputer", "Saya", dan "Saya tidak", yang mencerminkan fokus yang lebih besar pada diri sendiri daripada orang lain.
Lihat Juga :