Puasa Ternyata Bisa Bikin Kulit Lebih Sehat dan Kenyal
Selasa, 05 Mei 2020 - 08:30 WIB
Tak hanya berpengaruh pada kesehatan organ dalam tubuh, puasa juga ternyata bisa membuat kulit lebih halus dan kenyal. FOTO/IST
YOGYAKARTA - Sudah menjadi rahasia umum bahwa puasa mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tak hanya berpengaruh pada organ dalam, puasa juga ternyata bisa membuat kulit lebih halus dan kenyal.
Kepala Departemen Dermatologi dan Venereologi FKKMK UGM, Fajar Waskito, mengatakan belum ada penelitian kedokteran yang cukup representatif mengungkap manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan kulit. Namun ibadah menahan lapar dan haus seharian, menjadikan konsumsi makanan praktis akan berkurang. Khususnya jenis makanan berindeks glikemik tinggi seperti nasi, kentang ataupun roti.
Sebagai gantinya, selama bulan puasa banyak mengonsumsi makanan buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan. Makanan ini bisa menghambat proses penuaan kulit. "Buah dan sayuran ini menjadikan kulit lebih halus dan terjaga elastisitasnya," kata Fajar, Senin (4/5/2020).
Kepala Kelompok Staf Medik (KSM) Penyakit Kulit dan Kelamin RSUP Dr Sardjito mengatakan makanan berindeks glikemik tinggi berefek pada peningkatan kadar gula dalam darah. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan pada tubuh. Hal ini memicu munculnya jerawat.
Kepala Departemen Dermatologi dan Venereologi FKKMK UGM, Fajar Waskito, mengatakan belum ada penelitian kedokteran yang cukup representatif mengungkap manfaat puasa Ramadan bagi kesehatan kulit. Namun ibadah menahan lapar dan haus seharian, menjadikan konsumsi makanan praktis akan berkurang. Khususnya jenis makanan berindeks glikemik tinggi seperti nasi, kentang ataupun roti.
Sebagai gantinya, selama bulan puasa banyak mengonsumsi makanan buah-buahan dan sayuran yang kaya antioksidan. Makanan ini bisa menghambat proses penuaan kulit. "Buah dan sayuran ini menjadikan kulit lebih halus dan terjaga elastisitasnya," kata Fajar, Senin (4/5/2020).
Kepala Kelompok Staf Medik (KSM) Penyakit Kulit dan Kelamin RSUP Dr Sardjito mengatakan makanan berindeks glikemik tinggi berefek pada peningkatan kadar gula dalam darah. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan pada tubuh. Hal ini memicu munculnya jerawat.
Lihat Juga :