Mengenal Penyakit Serangan Jantung Seperti yang Dialami Didi Kempot
Selasa, 05 Mei 2020 - 11:22 WIB
Penyanyi Didi Kempot diduga meninggal dunia akibat serangan jantung di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5/2020) pukul 07,45 WIB. Foto/Instagram.
JAKARTA - Penyanyi Didi Kempot diduga meninggal dunia akibat serangan jantung di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5/2020) pukul 07,45 WIB. Didi menghembuskan napas terakhirnya di usia 53 tahun.
Serangan jantung seperti yang dialami penyanyi dengan julukan Godfather of Broken Heart itu bisa terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat. Penyumbatan ini paling sering merupakan penumpukan lemak, kolesterol dan zat-zat lain, yang membentuk plak di arteri yang memberi makan jantung (arteri koroner).
Dilansir Mayo Clinic, seiring waktu, arteri koroner dapat menyempit dari penumpukan berbagai zat, termasuk kolesterol (atherosclerosis). Kondisi ini, yang dikenal sebagai penyakit arteri koroner, menyebabkan sebagian besar serangan jantung.
Selama serangan jantung, salah satu plak ini dapat pecah dan menumpahkan kolesterol serta zat lain ke dalam aliran darah. Gumpalan darah terbentuk di lokasi pecah. Jika cukup besar, bekuan dapat menghalangi aliran darah melalui arteri koroner, membuat otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi (iskemia).
Serangan jantung seperti yang dialami penyanyi dengan julukan Godfather of Broken Heart itu bisa terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat. Penyumbatan ini paling sering merupakan penumpukan lemak, kolesterol dan zat-zat lain, yang membentuk plak di arteri yang memberi makan jantung (arteri koroner).
Dilansir Mayo Clinic, seiring waktu, arteri koroner dapat menyempit dari penumpukan berbagai zat, termasuk kolesterol (atherosclerosis). Kondisi ini, yang dikenal sebagai penyakit arteri koroner, menyebabkan sebagian besar serangan jantung.
Selama serangan jantung, salah satu plak ini dapat pecah dan menumpahkan kolesterol serta zat lain ke dalam aliran darah. Gumpalan darah terbentuk di lokasi pecah. Jika cukup besar, bekuan dapat menghalangi aliran darah melalui arteri koroner, membuat otot jantung kekurangan oksigen dan nutrisi (iskemia).
Lihat Juga :