Bodrex Gelar Program Merah Putih Berbagi x Garuda

Jum'at, 09 Oktober 2020 - 05:25 WIB
Bodrex mengajak masyarakat Indonesia untuk membantu anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP yang belum memiliki fasilitas belajar online. / Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Isra Triansyah
JAKARTA - Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor pendidikan di Indonesia. Sistem pembelajaran tatap muka kini diganti menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Namun, sistem PJJ banyak memiliki kendala pada proses pelaksanaannya. Kekurangan fasilitas karena kepemilikan smartphone yang memadai maupun akses internet menjadi salah satu faktor utama masih banyak anak Indonesia sulit mendapatkan akses pendidikan di masa pandemi.

(Baca juga: Minum Pil KB Dapat Bantu Cegah Kanker Ovarium )



"Berdasarkan referensi Pemprov Jabar , jumlah siswa terkena dampak sebesar 6,8 juta, 4,2 juta guru. 36% mereka bukan pengguna internet, 4,2% siswa tidak punya internet memadai. Di lapangan, kita sering temui mereka punya gadget, HP. Tapi HP-nya bergantian dan jadul untuk update aplikasi terbaru tidak memadai," kata Corporate Secretary and Operational Manager Wakaf Salman, Ryan Faisal saat jumpa pers virtual, Kamis (8/10).

Berbekal semangat 50 tahun Bodrex melalui program #bodrexmerahputihberbagiXgaruda (GAdget untuk guRU Dan siswA) mengajak masyarakat Indonesia untuk membantu anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP yang belum memiliki fasilitas belajar online dengan mengumpulkan donasi berupa smartphone layak pakai dan juga berupa uang yang akan dikonversi menjadi paket smartphone baru dan kuota internet.

"Untuk memutus mata rantai pandemi Covid, kita harus banyak di rumah. Salah satunya proses belajar mengajar, pendidikan Indonesia harus dilakukan secara online atau jarak jauh, pelajaran siswa Indonesia dimulai sejak pandemi. Data yang diperoleh, siswa Indonesia enggak punya fasilitas belajar online mumpuni," ungkap Managing Director Brand Portofolio dan Communication CCHC, Aviaska D. Respati.

Adapun kriteria penerima donasi program ini adalah anak-anak sekolah yang berdomisili di area Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan Jawa Barat, diutamakan untuk kawasan zona merah; anak sekolah tingkat SD dan SMP (diutamakan SD kelas 3 ke atas), serta diutamakan untuk anak sekolah yang yatim dan berasal dari keluarga dari sosial ekonomi lemah atau dhuafa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!