Khawatir Covid-19, Haruskah Pengobatan Pasien Kanker Ditunda?
Selasa, 27 Oktober 2020 - 12:15 WIB
Foto/dok
JAKARTA - Wabah corona berdampak pada segala lini kehidupan termasuk pengobatan pasien kanker yang menjadi terhambat. Ada kekhawatiran pasien kanker merupakan kelompok yang lebih rentan terkena virus corona. Hal ini membuat pasien enggan meneruskan pengobatan ke rumah sakit, disamping adanya imbauan untuk tidak bepergian jika tidak mendesak termasuk anjuran dari pihak rumah sakit sendiri. Lantas haruskah pasien kanker menunda pengobatan?
Dijawab dr. Ronald Hukom, MHSc, SpPD KHOM, pasien kanker sebaiknya terlebih dahulu dikelompokkan dalam tiga jenis pasien. Hal ini mengacu pada guideline The European Society for Medical Oncology (ESMO) atau Perhimpunan Onkologi Medik Eropa selama wabah Covid-19 ini berlangsung. (Baca: Bolehkah Seorang Istri Menunda Kehamilan?)
Yang pertama adalah pasien berisiko tinggi (high risk) dimana kankernya harus segera diobati tanpa banyak pilihan sebab khawatir terjadi komplikasi dari penyakit kankernya. "Ini harus dipertimbangkan untuk dapat pengobatan sebagaimana seharusnya," imbuh dr. Ronald. Yang kedua pasien medium, pasien ini tidak kritis, kebanyakan adalah pasien kemoterapi yang rutin kemoterapi 2-3 minggu sekali.
Kalau ditunda lebih dari enam minggu maka kemungkinan pasien untuk sembuh jadi semakin kecil. Yang ketiga adalah pasien low risk, mereka sudah selesai pengobatan dan kondisinya stabil. Pasien ini diminta jangan sering-sering ke rumah sakit. Menurut dr. Ronald, selama periode wabah, jika memungkinkan pasien diberi obat oral dibanding suntikan atau infus. Pasien cukup datang tiga bulan sekali untuk konsultasi.
Dijawab dr. Ronald Hukom, MHSc, SpPD KHOM, pasien kanker sebaiknya terlebih dahulu dikelompokkan dalam tiga jenis pasien. Hal ini mengacu pada guideline The European Society for Medical Oncology (ESMO) atau Perhimpunan Onkologi Medik Eropa selama wabah Covid-19 ini berlangsung. (Baca: Bolehkah Seorang Istri Menunda Kehamilan?)
Yang pertama adalah pasien berisiko tinggi (high risk) dimana kankernya harus segera diobati tanpa banyak pilihan sebab khawatir terjadi komplikasi dari penyakit kankernya. "Ini harus dipertimbangkan untuk dapat pengobatan sebagaimana seharusnya," imbuh dr. Ronald. Yang kedua pasien medium, pasien ini tidak kritis, kebanyakan adalah pasien kemoterapi yang rutin kemoterapi 2-3 minggu sekali.
Kalau ditunda lebih dari enam minggu maka kemungkinan pasien untuk sembuh jadi semakin kecil. Yang ketiga adalah pasien low risk, mereka sudah selesai pengobatan dan kondisinya stabil. Pasien ini diminta jangan sering-sering ke rumah sakit. Menurut dr. Ronald, selama periode wabah, jika memungkinkan pasien diberi obat oral dibanding suntikan atau infus. Pasien cukup datang tiga bulan sekali untuk konsultasi.
Lihat Juga :