Bawa Anjing Berjalan-jalan Tingkatkan Risiko Tertular Covid-19
Sabtu, 21 November 2020 - 02:04 WIB
Hingga saat ini, hanya empat anjing yang dinyatakan positif Covid-19, dan anjing-anjing itu melakukan kontak langsung dengan manusia yang positif terinfeksi. / Foto: Ilustrasi/HerCanberra
JAKARTA - Para ilmuwan memperingatkan bahwa sekadar mengajak anjing berjalan-jalan dapat secara signifikan meningkatkan risiko virus corona baru . Dog walker, khususnya, harus tetap berhati-hati saat bepergian dengan anjingnya.
(Baca juga: Tips Sehat Selama Pandemi, Apa Saja yang Perlu Dilakukan? )
Hanya membawa anjing Anda berjalan-jalan dapat meningkatkan risiko Covid-19 hingga 72%, menurut para ilmuwan Spanyol. Memiliki kucing, atau jenis hewan peliharaan lainnya, tidak memiliki jenis risiko yang sama.
Tidak sepenuhnya jelas apakah peningkatan risiko karena hanya berada di luar, atau apakah infeksi dapat ditularkan melalui anjing.
"Yang paling relevan adalah penemuan perkiraan prevalensi penyakit yang secara signifikan lebih tinggi dalam kelompok populasi yang melaporkan telah berjalan-jalan dengan anjing selama periode lockdown, meningkatkan risiko tertular penyakit sebesar 72%," tulis para ilmuwan seperti dilansir Daily Express.
"Namun, memiliki kucing atau jenis hewan peliharaan lainnya tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada perkiraan prevalensi penyakit," sambungnya.
(Baca juga: Tips Sehat Selama Pandemi, Apa Saja yang Perlu Dilakukan? )
Hanya membawa anjing Anda berjalan-jalan dapat meningkatkan risiko Covid-19 hingga 72%, menurut para ilmuwan Spanyol. Memiliki kucing, atau jenis hewan peliharaan lainnya, tidak memiliki jenis risiko yang sama.
Tidak sepenuhnya jelas apakah peningkatan risiko karena hanya berada di luar, atau apakah infeksi dapat ditularkan melalui anjing.
"Yang paling relevan adalah penemuan perkiraan prevalensi penyakit yang secara signifikan lebih tinggi dalam kelompok populasi yang melaporkan telah berjalan-jalan dengan anjing selama periode lockdown, meningkatkan risiko tertular penyakit sebesar 72%," tulis para ilmuwan seperti dilansir Daily Express.
"Namun, memiliki kucing atau jenis hewan peliharaan lainnya tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada perkiraan prevalensi penyakit," sambungnya.
Lihat Juga :