Jelang Natal, Inggris dan AS Dihebohkan Black Friday, Apa Itu?
Sabtu, 28 November 2020 - 11:30 WIB
Beberapa negara di dunia mulai dihebohkan dengan Black Friday, termasuk Inggris dan Amerika Serikat. Ini terkait perayaan Natal. Lalu, apa itu Black Friday? Foto/Istimewa.
JAKARTA - Black Friday berlangsung sehari setelah Thanksgiving setiap tahun dan menjadi momen saat banyak toko memperkenalkan penawaran baru pada produk dan barang untuk dibeli orang sebelum Natal.
Namun karena pandemi COVID-19, banyak toko menutup pintunya pada malam Thanksgiving dan mendorong pembeli untuk membeli secara online pada Black Friday guna menekan penyebaran virus corona baru. (Baca juga: Black Friday, Warga Amerika Lebih Takut Gagal Beli PS5 daripada Covid-19 )
Black Friday diberi nama karena sering kali merupakan hari di mana toko-toko beralih ke "kegelapan", yang berarti mereka memiliki cukup uang untuk menutupi biaya sambil menurunkan harga.
Di Inggris, nama tersebut secara tradisional mengacu pada hari Jumat sebelum Natal, yaitu ketika polisi dan layanan darurat NHS mengantisipasi pekerjaan ekstra yang diberikan kepada mereka karena perayaan yang meriah.
Dilansir The Sun, Sabtu (28/11), sejak 2014 istilah “Balck Friday” dikaitkan dengan acara belanja besar-besaran. Ini terkenal di kalangan pembeli sebagai hari tawar-menawar yang terjadi di AS sejak awal abad ke-21.
Black Friday secara tradisional adalah hari yang mengikuti Thanksgiving di Amerika dan dianggap sebagai awal musim belanja Natal. Orang Amerika memiliki hari libur Thanksgiving dan hari berikutnya. Jadi, biasanya orang yang merayakan liburan ini memiliki empat hari gratis untuk berbelanja.
Namun karena pandemi COVID-19, banyak toko menutup pintunya pada malam Thanksgiving dan mendorong pembeli untuk membeli secara online pada Black Friday guna menekan penyebaran virus corona baru. (Baca juga: Black Friday, Warga Amerika Lebih Takut Gagal Beli PS5 daripada Covid-19 )
Black Friday diberi nama karena sering kali merupakan hari di mana toko-toko beralih ke "kegelapan", yang berarti mereka memiliki cukup uang untuk menutupi biaya sambil menurunkan harga.
Di Inggris, nama tersebut secara tradisional mengacu pada hari Jumat sebelum Natal, yaitu ketika polisi dan layanan darurat NHS mengantisipasi pekerjaan ekstra yang diberikan kepada mereka karena perayaan yang meriah.
Dilansir The Sun, Sabtu (28/11), sejak 2014 istilah “Balck Friday” dikaitkan dengan acara belanja besar-besaran. Ini terkenal di kalangan pembeli sebagai hari tawar-menawar yang terjadi di AS sejak awal abad ke-21.
Black Friday secara tradisional adalah hari yang mengikuti Thanksgiving di Amerika dan dianggap sebagai awal musim belanja Natal. Orang Amerika memiliki hari libur Thanksgiving dan hari berikutnya. Jadi, biasanya orang yang merayakan liburan ini memiliki empat hari gratis untuk berbelanja.
Lihat Juga :