Penuh Kalimat Puitis, Ini Kata Reza Rahadian dan Acha Septriasa tentang Film 'Layla Majnun'

Kamis, 11 Februari 2021 - 13:04 WIB
Acha Septriasa dan Reza Rahadian menjalani hubungan yang rumit dalam film drama Layla Majnun. Foto/Netflix
JAKARTA - Reza Rahadian dan Acha Septriasa bermain dalam film "Layla Majnun", yang merupakan hasil adaptasi bebas dari kumpulan puisi klasik karya Nizami Ganjavi.

Pada abad ke-12, Nizami yang merupakan penyair Persia (Iran) yang berasal dari Azerbaijan, membuat puisi "Majnun Layla" (atau "Layla and Majnun"). Ini adalah sebuah kisah cinta tragis mirip Romeo dan Juliet, yang diakui dunia sebagai salah satu karya sastra klasik dari Arab. Hingga kini, puisi tersebut sudah banyak diadaptasi menjadi beragam bentuk, dari novel hingga film.



Karena diadaptasi dari rangkaian puisi, tak heran bahwa film "Layla Majnun" yang disutradarai Monty Tiwa punya banyak dialog-dialog puitis. Di antaranya juga menerjemahkan puisi karya Nizami ke dalam bahasa Indonesia untuk dibacakan oleh Samir (Reza Rahadian), mahasiswa S2 warga Azerbaijan yang jatuh cinta pada Layla (Acha Septriasa).



Foto: Netflix

Beberapa puisi dan dialog dalam film ini pun dibuat dalam format bahasa Indonesia baku, yang menurut Reza dan Acha jadi sangat menarik, apalagi saat ini penggunaan bahasa Indonesia - terutama di media sosial - sangat fleksibel dan bertabur bahasa slang.

"Apakah puisinya akan engage dengan penonton, yang namanya apresiasi seni tidak bisa dipaksakan, tergantung penonton. Tapi kalau disampaikan dengan baik akan 'sampai' ke penonton," kata Reza dalam sesi wawancara roundtable "Layla Majnun" yang digelar Netflix pada Selasa (9/2) lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!