3 Dampak Buruk Bagi Orang yang Suka Ghosting dan Solusinya

Selasa, 06 April 2021 - 16:47 WIB
Pelaku ghosting tak cuma melukai perasaan korbannya, tapi sebenarnya juga merusak dirinya sendiri. Foto/Sarah Blais, The Times
JAKARTA - Saat ini, ghosting sudah menjadi kata familier di tengah masyarakat. Dalam urusan percintaan, ghosting mengacu pada praktik mengakhiri hubungan sepihak secara tiba-tiba.

Cara yang paling banyak dilakukan oleh pelaku ghosting yakni dengan memutuskan semua saluran komunikasi, misalnya dengan memblokir seluruh akun media sosial, dan nomor pribadi korban tanpa memberikan penjelasan ap apun sebelumnya.



Dampak kesehatan mental akibat perilaku ghosting sebetulnya bukan hanya dirasakan oleh para korban, tapi para pelaku pun kemungkinan besar mendapatkan dampaknya.

Dalam sebuah hubungan percintaan , kedewasaan emosional bisa ditandai dengan berhasilnya pasangan tersebut menghadapi semua permasalahan yang ada dengan cara yang baik untuk kedua belah pihak.

Sementara melakukan ghosting justru akan meninggalkan rasa frustasi alih-alih menyelesaikan masalah. Bagi mereka yang sengaja menghindari konflik dengan melakukan ghosting, maka akan sangat mungkin menimbulkan rasa takut untuk menjalin sebuah hubungan selanjutnya.

Mengutip Psychology Today , berikut tiga dampak buruk bagi pelaku ghosting untuk kehidupan asmara mereka ke depannya.

1. MEMELIHARA KETIDAKDEWASAAN EMOSIONAL



Foto: Pexels

Ghosting adalah cara paling pengecut untuk mengakhiri sebuah hubungan. Pilihan yang didorong oleh rasa takut yang menyebabkan pelakunya menanggung rasa sakit, ketidaknyamanan, dan keraguan diri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!