Langkah Awal Konservasi Lingkungan Berkelanjutan di Danau Batur
Kamis, 22 April 2021 - 22:37 WIB
Sebelumnya, dari hasil pengujian tingkat pencemaran, kualitas air Danau Batur tergolong di bawah mutu air bersih, dan tidak layak untuk dikonsumsi. / Foto: ist
JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Bumi, 22 April, pembangunan Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) yang merupakan kolaborasi antara PT Surya Utama Nuansa (SUN Energy) dengan Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark, Kamis (22/4), telah diresmikan. Pembangunan reverse osmosis bertenaga panel surya ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk konservasi lingkungan berkelanjutan, khususnya Danau Batur sebagai warisan alam dan salah satu reservoir bagi mayoritas masyarakat di pulau Bali.
Baca juga: Pentingnya Kesetaraan Figur Ayah dan Ibu dalam Keluarga
Sebelumnya, dari hasil pengujian tingkat pencemaran, kualitas air Danau Batur tergolong di bawah mutu air bersih , dan tidak layak untuk dikonsumsi karena ditemukan paparan zat kimia. Peningkatan laju jumlah penduduk yang seiring dengan tingginya aktivitas penggerak ekonomi seperti pertanian, serta perilaku pembuangan limbah rumah tangga menjadi faktor utama pencemaran dan pendangkalan Danau Batur.
Direktur Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark, Gede Wiwin Suyasa mengungkapkan pihaknya ingin membuka lembaran era pariwisata baru 2021 dengan menerapkan konservasi energi melalui pemanfaatan tenaga surya yang mampu mengolah air danau menjadi air minum guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Danau Batur.
Baca juga: Pentingnya Kesetaraan Figur Ayah dan Ibu dalam Keluarga
Sebelumnya, dari hasil pengujian tingkat pencemaran, kualitas air Danau Batur tergolong di bawah mutu air bersih , dan tidak layak untuk dikonsumsi karena ditemukan paparan zat kimia. Peningkatan laju jumlah penduduk yang seiring dengan tingginya aktivitas penggerak ekonomi seperti pertanian, serta perilaku pembuangan limbah rumah tangga menjadi faktor utama pencemaran dan pendangkalan Danau Batur.
Direktur Badan Pengelola Pariwisata Batur UNESCO Global Geopark, Gede Wiwin Suyasa mengungkapkan pihaknya ingin membuka lembaran era pariwisata baru 2021 dengan menerapkan konservasi energi melalui pemanfaatan tenaga surya yang mampu mengolah air danau menjadi air minum guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Danau Batur.
Lihat Juga :