Mengenal 6 Personel Clone Force 99 di Star Wars: The Bad Batch

Jum'at, 07 Mei 2021 - 23:19 WIB
Star Wars: The Bad Batch menyoroti sepak terjang 5 anggota Clone Force 99 setelah perang usai dan terjadi transisi kekuasaan dari Republic menjadi Empire. (Empire)
Star Wars: The Bad Batch menyoroti sepak terjang anggota Clone Force 99 yang telah diperkenalkan di Star Wars: The Clone Wars. Tim ini terdiri atas para klon buatan Kaminoan. Mereka memiliki kekuatan dan kemampuan super. Namun, mereka bukan klon yang sempurna.

Para anggota The Bad Batch ini adalah klon yang cacat. Namun begitu, Kaminoan—pencipta Grand Army of Republic, Darth Sidious dan Bad Batch sadar kalau tim ini mampu melakukan apa pun meskipun tak sesempurna klon Jango Fett. Kaminoan akhirnya tahu kalau ada mutasi bahkan di tubuh klon yang bagus. Mereka kemudian paham kalau mutasi ini bisa bermanfaat karena kadang klon mereka mengembangkan keterampilan dan kemampuan yang terbukti berguna.



Akibatnya, mereka pun mengembangkan Bad Batch, tim mutan cacat yang bertindak sebagai superhero Grand Army. Masing-masing anggota Clone Force 99 memiliki kemampuan yang melampaui tentara klon normal. Ini membuat mereka menjadi pasukan yang nyaris sejajar dengan Jedi. Pasukan ini diperkenalkan di season 7 Star Wars: The Clone Wars. Namun, di episode 1 Star Wars: The Bad Batch, kemampuan mereka lebih berkembang. Kaminoan pun terlihat bangga dengan klon mutan mereka. Bahkan, mereka pun mulai berusaha menciptakan lebih banyak.

Baca Juga: Star Wars: The Bad Batch Lanjutkan Kisah The Clone Wars

Di Star Wars: The Bad Batch, ada lima anggota utama tim Clone Force 99. Awalnya, mereka berempat, tapi kemudian mereka mendapatkan tambahan anggota baru, yaitu Echo. Kini, mereka dipertemukan dengan klon lain, yaitu Omega, klon terakhir yang diciptakan Kaminoan sebelum program klon ditutup Empire. Dikutip dari Screen Rant, berikut yang harus diketahui dari enam tokoh utama Star Wars: The Bad Batch.

1. Hunter



Hunter adalah pemimpin alamiah Bad Batch. Dia seorang ahli strategi cerdas yang memahami kekuatan dan kemampuan kompatriotnya dan menemukan cara terbaik bagi mereka untuk bekerja sama demi menyelesaikan misi mereka. Meskipun Hunter jelas bukan ortodoks, dia tidak pernah gagal menyelesaikan tugasnya. Hunter juga digambarkan sebagai ahli pemburu jejak dan ada bukti kalau seluruh indera perasanya telah dikembangkan. Selain itu, dia juga memiliki perasa lainnya. Dia sepertinya mampu merasakan kehadiran fluktuasi gelombang elektromagnetik, misalnya. Kemampuan ini terbukti berguna saat menemukan markas Separatis utama selama Klon Wars. Ironisnya, Hunter mungkin menemukan Dark Times bakal lebih menantang sekarang. Dia kini dikejar Empire, bukan lagi droid karena musuh sedarah dan sedaging tidak akan mengganggu ladang elektromagnetik sebuah area seperti yang dilakukan droid.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!