Menilik Sejarah Payung dari Masa ke Masa

Selasa, 25 Mei 2021 - 21:01 WIB
Payung yang kita kenal sekarang punya sejarah panjang yang bisa ditarik hingga ribuan tahun lampau. Foto/Unsplash
JAKARTA - Indonesia sebagai negara tropis dengan dua musim, yaitu hujan dan panas tentunya sangat butuh payung untuk melindungi diri dari sengatan matahari maupun air hujan.

Karena itulah, payung bisa dibilang sebagai 'senjata' andalan saat kita harus menghadapi dua musim tersebut. Jenis payung pun juga makin banyak, dari payung lipat, payung kecil, payung besar, payung otomatis, hingga payung anti-angin. Namun, dari manakah asal payung ini dan bagaimana sejarahnya ?



ASAL-USUL PAYUNG





Foto: Getty Images

Payung telah ada selama hampir 4.000 tahun lamanya. Benda ini pertama kali ditemukan di wilayah Mesopotamia yang bersejarah di Asia Barat. Pada masa itu, matahari adalah musuh utama manusia dibandingkan dengan hujan, itulah sebabnya payung besar (parasol) muncul untuk melindungi diri dari ancaman matahari.

Payung yang muncul ini pertama kali dibuat dari daun palem, papirus, dan bulu merak. Secara eksklusif, payung disediakan untuk kelas atas di Mesir kuno dan wilayah Mesopotamia. Meski begitu, produk ini sangat berat sehingga seringkali harus dibawa oleh beberapa orang. Payung juga ditemukan di China pada abad pertengahan, yang terbuat dari batang bambu, serta ditutupi dengan daun dan bulu.

DARI PARASOL HINGGA KE PAYUNG

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!