Ajak Keluarga Berperan Aktif, TikTok Luncurkan Fitur Family Pairing
Senin, 20 April 2020 - 20:34 WIB
Fitur Family Pairing mendapat dukungan dari Kemen PPPA dan UNICEF Indonesia, sebagai pengakuan atas usaha TikTok dalam memberdayakan orangtua untuk memfasilitasi perilaku online yang cerdas bagi remaja.Foto/Istimewa
JAKARTA - Melanjutkan komitmen dalam membangun keamanan pengguna, TikTok belum lama ini
meluncurkan fitur Family Pairing atau Pelibatan Keluarga. Fitur ini didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan UNICEF Indonesia.
Laporan UNICEF pada 2018 yang berjudul "Use of Social Media by Children and Adolescents in East Asia" menyebutkan bahwa 98,3% remaja berusia 16-24 tahun di Indonesia sudah memiliki ponsel. Sementara 90,7% telah menggunakan media sosial.
“Semakin banyak keluarga menggunakan platform internet, seperti TikTok, untuk mencari hiburan, informasi, dan berhubungan satu sama lain. Hal ini sudah terjadi sebelum COVID-19. Tapi belakangan ini jumlahnya, terutama dengan adanya kebijakan social distancing, membuat keluarga menjadi lebih sering bersama. Bahkan saat keluarga mengekspresikan kreativitas mereka dan berbagi momen di TikTok, di saat yang sama, mereka juga sering kali belajar cara menavigasi lanskap digital bersama-sama, sekaligus fokus dalam memastikan pengalaman yang aman," kata Donny Eryastha, Head of Public Policy of TikTok Indonesia, Malaysia, and the Philippines melalui keterangan tertulis yang SINDOnews terima.
Dengan mempertimbangkan kebutuhan keluarga ini, TikTok mengambil sejumlah langkah untuk mengembangkan dan meningkatkan tim, kebijakan, kontrol, serta sumber edukasinya.
meluncurkan fitur Family Pairing atau Pelibatan Keluarga. Fitur ini didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan UNICEF Indonesia.
Laporan UNICEF pada 2018 yang berjudul "Use of Social Media by Children and Adolescents in East Asia" menyebutkan bahwa 98,3% remaja berusia 16-24 tahun di Indonesia sudah memiliki ponsel. Sementara 90,7% telah menggunakan media sosial.
“Semakin banyak keluarga menggunakan platform internet, seperti TikTok, untuk mencari hiburan, informasi, dan berhubungan satu sama lain. Hal ini sudah terjadi sebelum COVID-19. Tapi belakangan ini jumlahnya, terutama dengan adanya kebijakan social distancing, membuat keluarga menjadi lebih sering bersama. Bahkan saat keluarga mengekspresikan kreativitas mereka dan berbagi momen di TikTok, di saat yang sama, mereka juga sering kali belajar cara menavigasi lanskap digital bersama-sama, sekaligus fokus dalam memastikan pengalaman yang aman," kata Donny Eryastha, Head of Public Policy of TikTok Indonesia, Malaysia, and the Philippines melalui keterangan tertulis yang SINDOnews terima.
Dengan mempertimbangkan kebutuhan keluarga ini, TikTok mengambil sejumlah langkah untuk mengembangkan dan meningkatkan tim, kebijakan, kontrol, serta sumber edukasinya.
Lihat Juga :