Heboh Kebocoran Data eHAC, Kemenkes Lakukan Investigasi Lebih Lanjut
Selasa, 31 Agustus 2021 - 12:59 WIB
Indonesia kembali dihebohkan dengan dugaan kasus kebocoran data yang terjadi dalam aplikasi Indonesia Health Alert Card. / Foto: ilustrasi/ist
JAKARTA - Indonesia kembali dihebohkan dengan dugaan kasus kebocoran data yang terjadi dalam aplikasi Indonesia Health Alert Card ( eHAC ). Kabar tersebut dengan cepat beredar di media sosial dan membuat masyarakat Indonesia menjadi resah terkait dengan data pribadi mereka.
Baca juga: Data Aplikasi eHAC Dikabarkan Bocor, Ini Respons Kemenkes
Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan , dr. Anas Ma'ruf. MKM, menjelaskan bahwa dugaan kebocoran data yang ramai dibicarakan saat ini terjadi pada aplikasi eHAC yang lama. Aplikasi itu sendiri sudah dinonaktifkan dan tidak lagi digunakan sejak 2 Juli 2021 berdasarkan surat edaran Kemenkes.
"Saat ini sedang dilakukan investigasi dan peninjauan lebih lanjut terkait dengan informasi dugaan kebocoran data ini. Kebocoran data pada eHAC yang lama ini, kemungkinan karena adanya dugaan kebocoran yang terjadi di pihak mitra," terang dr. Ma'ruf, dalam sesi jumpa pers secara daring di chanel YouTube Kemenkes, Selasa (31/8/2021).
Baca juga: Data Aplikasi eHAC Dikabarkan Bocor, Ini Respons Kemenkes
Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan , dr. Anas Ma'ruf. MKM, menjelaskan bahwa dugaan kebocoran data yang ramai dibicarakan saat ini terjadi pada aplikasi eHAC yang lama. Aplikasi itu sendiri sudah dinonaktifkan dan tidak lagi digunakan sejak 2 Juli 2021 berdasarkan surat edaran Kemenkes.
"Saat ini sedang dilakukan investigasi dan peninjauan lebih lanjut terkait dengan informasi dugaan kebocoran data ini. Kebocoran data pada eHAC yang lama ini, kemungkinan karena adanya dugaan kebocoran yang terjadi di pihak mitra," terang dr. Ma'ruf, dalam sesi jumpa pers secara daring di chanel YouTube Kemenkes, Selasa (31/8/2021).
Lihat Juga :