Perbedaan SM, YG, dan JYP Entertainment dalam Mengelola Artisnya
Kamis, 30 September 2021 - 16:02 WIB
Tiga perusahaan besar alias Big 3 punya peran besar dalam regenerasi grup K-pop. Foto/Allkpop
SEOUL - SM, YG, dan JYP Entertainment dikenal sebagai Big 3, yaitu tiga agensi besar yang melahirkan sekaligus mengelola grup-grupidol K-pop sejak berkembangnya industri ini pada pertengahan 1990-an.
Dari tiga perusahaan inilah lahir legenda-legenda K-pop mulai dari BoA, Super Junior, Big Bang, Rain, hingga Wonder Girls. Dengan kekuatan yang mengakar kuat, setiap perusahaan ini punya cara berbeda dalam menjalankan perusahaan dan mengelola para artis yang bernaung di bawah label mereka.Nah, berikut ulasannya, mengutip dari Kbizoom.
1. SM ENTERTAINMENT
Foto: Instagram @smtown
SM dikenal sebagai perusahaan yang paling fokus pada vokal dan visual para artisnya. Hasilnya, mayoritas idol yang lahir dari agensi ini punya suara dan visual yang sangat baik. Super Junior, SNSD, EXO, NCT, Red Velvet dan aespa adalah grup yang terkenal dengan penampilan luar biasa mereka.
Meski begitu, cara SM mengelola artisnya juga sering dikritik penggemar. SM yang dikepalai Lee Soo Man sering dianggap menyia-nyiakan bakat luar biasa para artisnya dengan membiarkan mereka hiatus terlalu lama. Akibatnya, popularitas mereka pun menjadi sulit terjaga.
Dari tiga perusahaan inilah lahir legenda-legenda K-pop mulai dari BoA, Super Junior, Big Bang, Rain, hingga Wonder Girls. Dengan kekuatan yang mengakar kuat, setiap perusahaan ini punya cara berbeda dalam menjalankan perusahaan dan mengelola para artis yang bernaung di bawah label mereka.Nah, berikut ulasannya, mengutip dari Kbizoom.
1. SM ENTERTAINMENT
Foto: Instagram @smtown
SM dikenal sebagai perusahaan yang paling fokus pada vokal dan visual para artisnya. Hasilnya, mayoritas idol yang lahir dari agensi ini punya suara dan visual yang sangat baik. Super Junior, SNSD, EXO, NCT, Red Velvet dan aespa adalah grup yang terkenal dengan penampilan luar biasa mereka.
Meski begitu, cara SM mengelola artisnya juga sering dikritik penggemar. SM yang dikepalai Lee Soo Man sering dianggap menyia-nyiakan bakat luar biasa para artisnya dengan membiarkan mereka hiatus terlalu lama. Akibatnya, popularitas mereka pun menjadi sulit terjaga.
Lihat Juga :