Kasus Covid-19 di Eropa Kembali Naik, WHO Desak Upaya Vaksinasi Mencapai Target
Sabtu, 13 November 2021 - 19:01 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mendesak upaya vaksinasi di seluruh dunia mencapai target agar memastikan semua orang mendapat suntikan vaksin. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOnews
JAKARTA - Kasus Covid-19 kembali melonjak di Eropa, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mendesak upaya vaksinasi di seluruh dunia mencapai target agar memastikan semua orang mendapat suntikan vaksin.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat (12/11/2021) waktu setempat.
Menurut laporan yang dirilis WHO, saat ini Eropa tercatat hampir dua juta kasus Covid-19 pada pekan lalu. Jumlah itu merupakan paling banyak terjadi dalam satu minggu.
Baca juga: 8 Film Hollywood dengan Adegan Ranjang Terbaik, Nomor 4 Bikin Heboh dan Paling Vulgar
Terkait mengenai sejumlah negara yang menerapkan pemberlakukan kembali pembatasan dan meluncurkan lebih banyak vaksin dan booster, WHO mengatakan, sangat penting untuk memastikan suntikan vaksin diberikan kepada mereka yang paling membutuhkannya.
"Ini bukan hanya tentang berapa banyak orang yang divaksinasi. Ini tentang siapa yang divaksinasi," jelas pihak WHO seperti dikutip dari Channel News Asia (CNA), Sabtu (13/11/2021).
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat (12/11/2021) waktu setempat.
Menurut laporan yang dirilis WHO, saat ini Eropa tercatat hampir dua juta kasus Covid-19 pada pekan lalu. Jumlah itu merupakan paling banyak terjadi dalam satu minggu.
Baca juga: 8 Film Hollywood dengan Adegan Ranjang Terbaik, Nomor 4 Bikin Heboh dan Paling Vulgar
Terkait mengenai sejumlah negara yang menerapkan pemberlakukan kembali pembatasan dan meluncurkan lebih banyak vaksin dan booster, WHO mengatakan, sangat penting untuk memastikan suntikan vaksin diberikan kepada mereka yang paling membutuhkannya.
"Ini bukan hanya tentang berapa banyak orang yang divaksinasi. Ini tentang siapa yang divaksinasi," jelas pihak WHO seperti dikutip dari Channel News Asia (CNA), Sabtu (13/11/2021).
Lihat Juga :