Glamazing Concern Terhadap Mental Health dalam Menjaga Kesehatan Kulit

Minggu, 31 Juli 2022 - 22:04 WIB
Glamazing selalu berusaha untuk memahami apa yang menjadi fokus dalam dunia kecantikan saat ini. Foto/Ist
JAKARTA - Adanya siklus dari pandemi menjadi endemi memberikan dampak cerah banyak sektor yang perlahan namun pasti sudah mulai kembali bergeliat pasca puncak pandemi Covid-19 selama 2 tahun belakangan. Akan tetapi, beberapa pakar tetap mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 masih berlangsung, kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia beberapa pekan terakhir menunjukkan pandemi masih berlangsung. Studi terbaru pun menjelaskan adanya hubungan antara sekresi hormon yang berhubungan atau erat kaitannya dengan emosi dan penuaan kulit.

“Seperti yang mungkin kebanyakan orang rasakan, pandemi berkepanjangan tentunya menyebabkan episode kecemasan, depresi dan stres yang meningkat secara dramatis dan ini adalah komponen dari epidemi emosional baru,” ungkap General Manager Glamazing, Alex Zalnovic dalam rilis kepada SINDOnews.com , Minggu (31/7/2022).



Menurut Alex, banyak penelitian selama bertahun tahun telah menyelidiki dampak masalah kesehatan mental pada kulit. Diketahui bahwa perilaku kulit tidak hanya dipengaruhi dari faktor eksternal, namun juga sangat dipengaruhi oleh hormon dan emosi, misalnya saat gugup atau stress dapat menyebabkan perubahan fisiologis yang cukup signifikan pada kulit, termasuk peningkatan kehilangan air, peningkatan eritema, dan peningkatan produksi serum.

Baca Juga: Begini Manfaat Tidur Berkualitas pada Kesehatan Kulit
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!