Batik Parang Kurang Etis Dipakai di Pernikahan, Motif Sekar Jagad Bisa Jadi Pilihan
Sabtu, 10 Desember 2022 - 10:04 WIB
Berasal dari kata sekar yang artinya bunga dan jagad adalah alam semesta, batik motif Sekar Jagad melambangkan keindahan dan kedamaian. / Foto: ilustrasi/dok. SINDOphoto/Yulianto
JAKARTA - Tamu undangan pernikahan Kaesang Pangarep-Erina Gudono diketahui dilarang memakai kain motif parang. Hal tersebut sehubungan dengan aturan keraton Solo, di mana motif tersebut hanya boleh digunakan raja dan keluarga, serta kerabatnya.
Motif parang memiliki status tinggi di Tanah Jawa. Tidak sembarang orang menggunakannya, dan pemakaiannya juga tidak bisa asal tempat.
Desainer Motif Batik dan Penggiat Batik Tulis Pewarna Alami, Agnes Dwina Herdiasti memaparkan bahwa motif parang kurang etis dikenakan ke acara pernikahan.
Baca juga: Dilarang Dipakai Tamu Undangan Pernikahan Kaesang-Erina, Ini Makna Filosofis Motif Parang
Motif parang memiliki status tinggi di Tanah Jawa. Tidak sembarang orang menggunakannya, dan pemakaiannya juga tidak bisa asal tempat.
Desainer Motif Batik dan Penggiat Batik Tulis Pewarna Alami, Agnes Dwina Herdiasti memaparkan bahwa motif parang kurang etis dikenakan ke acara pernikahan.
Baca juga: Dilarang Dipakai Tamu Undangan Pernikahan Kaesang-Erina, Ini Makna Filosofis Motif Parang
Lihat Juga :