10 Film yang Dikira bakal Cuan Gede, eh, Malah Boncos!
Minggu, 22 Januari 2023 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Sayang, itu tidak membantu. Film itu adalah badai masalah yang sempurna. Genre Western biasanya tidak sukses, Armie Hammer tidak pernah terbukti punya kemampuann membuka film hit seorang diri, dan Despicable 2 ternyata jadi hit besar. The Lone Ranger menjadi salah satu film terjeblok tahun ini dengan hanya meraup USD260 juta di box office. Disney pun jadi rugi USD190 juta. Untungnya, Iron Man membantu Disney mengembalikan keuntungan.
![10 Film yang Dikira bakal Cuan Gede, eh, Malah Boncos!]()
Foto: Engadget
Biopic adalah salah satu jalan sukses untuk film. Atau, setidaknya, film itu akan dipuji kritikus. Selain itu, biopic menjadi jaminan untuk Oscar. Makanya, setelah Steve Jobs meninggal, studio berebut membuat film tentang dirinya. Hasilnya, ada dua film tentang Steve Jobs, yaitu pada 2013 dan pada 2015. Yang dibahas di sini adalah yang versi 2015, keluaran Universal Pictures.
Steve Jobs versi 2015 ini jauh lebih baik dari versi 2013. Tapi, film itu tetap gagal menarik perhatian orang. Meski syuting Steve Jobs juga bermasalah. Sutradara aslinya, David Fincher mundur dan digantikan Danny Boyle, akibat maslah distribusi. Film itu juga menampilkan cast yang menarik dari Michael Fassbender, Kate Winslet, Seth Rogen, dan Jeff Daniels. Film itu memang sukses secara kritik dan menghasilkan banyak penghargaan. Tapi, film ini rugi. Dari anggaran USD30 juta, film ini hanya menghasilkan USD34 juta.
![10 Film yang Dikira bakal Cuan Gede, eh, Malah Boncos!]()
Foto: The Washington Post
Pan yang dirilis pada 2015 adalah cerita asal usul Peter Pan. Film ini mempertaruhkan anggaran USD150 juta pada kekuatan keluarga. Dirilis menjelang musim liburan, marketingnya melakukan usaha habis-habisan dengan trailer yang meperlihatkan efek khusus mahal film itu. Film itu juga membanggakan casting bertabur bintangnya dari Hugh Jackman, Rooney Mara, Amanda Seyfried, dan Cara Delevingne, serta pembaruan terhadap cerita klasik yang diperkirakan akan menarik keluarga untuk menontonnya.
Sayang bagi Warner Bros. Dua faktor penting menggagalkan rencana ini. Yang pertama, anak-anak ternyata tidak peduli dengan asal usul Peter Pan. Kedua, filmnya juga tidak bagus. Kritikus mengecam narasinya yang lemah dan ketergantungan beratnya pada CGI. Belum lagi pilihan kreatif yang sangat dipertanyakan. Kompetisi berat dari The Martian dan Hotel Transylvania 2 terbukti mengubur Pan. Film ini merugi dengan hanya meraup USD128 juta dari seluruh dunia.
![10 Film yang Dikira bakal Cuan Gede, eh, Malah Boncos!]()
Foto: Bloody Disgusting
Ada calon pemula franchise, dan lalu ada The Mummy. Film itu menjadi kiamat seluruh semesta sinematiknya. Di permukaan, The Mummy jelas sangat menjanjikan. Film itu gelap dan merupakan reboot serial film yang disukai, dengan dibintangi salah satu bintang film Hollywood yang menguntungkan, yaitu Tom Cruise. Selain itu, film itu tidak punya pesaing berat ketika dirilis. Sayang, kenyataan tidak seperti yang diharapkan.
The Mummy beranggaran USD125 juta untuk produksinya. Di box office, film itu meraup USD409 juta. Tapi, angka itu tidak memuaskan Universal Pictures karena The Mummy dimaksudkan sebagai awal Dark Universe yang menampilkan semua properti monster film itu. Makanya, studio itu menggelontorkan dana besar-besaran untuk marketing. Tapi, pendapatan box office domestik film itu tidak menjanjikan. Ketika semuanya selesai, film itu pada dasarnya berakhir dengan kegagalan. The Mummy akhirnya menjadi film petama dan terakhir Dark Universe. Universal akhirnya melanjutkan bermitra dengan Blumhouse untuk merilis film monster dengan dana lebih murah untuk semesta horor mereka, yang terlihat lebih baik.
![10 Film yang Dikira bakal Cuan Gede, eh, Malah Boncos!]()
Foto: The Hollywood Reporter
Sejumlah usaha telah dilakukan untuk mengadaptasi novel Barsoom karya Edyar Rice Burroughs ke layar. Tapi, tidak ada yang berhasil. Sampai akhirnya kemajuan CGI dan anggaran besar dari studio membuat cerita itu sepertinya bisa dibuat dengan baik dan berpotensi sukses. Diterbitkan di awal abad 20, novel itu berkisah tentang seorang veteran Perang Sipil bernama John Carter yang dikirim ke Mars. Di sana, dia terlibat pertarungan akibat perebutan sumber daya di antara penduduk planet.
7. Steve Jobs

Foto: Engadget
Biopic adalah salah satu jalan sukses untuk film. Atau, setidaknya, film itu akan dipuji kritikus. Selain itu, biopic menjadi jaminan untuk Oscar. Makanya, setelah Steve Jobs meninggal, studio berebut membuat film tentang dirinya. Hasilnya, ada dua film tentang Steve Jobs, yaitu pada 2013 dan pada 2015. Yang dibahas di sini adalah yang versi 2015, keluaran Universal Pictures.
Steve Jobs versi 2015 ini jauh lebih baik dari versi 2013. Tapi, film itu tetap gagal menarik perhatian orang. Meski syuting Steve Jobs juga bermasalah. Sutradara aslinya, David Fincher mundur dan digantikan Danny Boyle, akibat maslah distribusi. Film itu juga menampilkan cast yang menarik dari Michael Fassbender, Kate Winslet, Seth Rogen, dan Jeff Daniels. Film itu memang sukses secara kritik dan menghasilkan banyak penghargaan. Tapi, film ini rugi. Dari anggaran USD30 juta, film ini hanya menghasilkan USD34 juta.
6. Pan

Foto: The Washington Post
Pan yang dirilis pada 2015 adalah cerita asal usul Peter Pan. Film ini mempertaruhkan anggaran USD150 juta pada kekuatan keluarga. Dirilis menjelang musim liburan, marketingnya melakukan usaha habis-habisan dengan trailer yang meperlihatkan efek khusus mahal film itu. Film itu juga membanggakan casting bertabur bintangnya dari Hugh Jackman, Rooney Mara, Amanda Seyfried, dan Cara Delevingne, serta pembaruan terhadap cerita klasik yang diperkirakan akan menarik keluarga untuk menontonnya.
Sayang bagi Warner Bros. Dua faktor penting menggagalkan rencana ini. Yang pertama, anak-anak ternyata tidak peduli dengan asal usul Peter Pan. Kedua, filmnya juga tidak bagus. Kritikus mengecam narasinya yang lemah dan ketergantungan beratnya pada CGI. Belum lagi pilihan kreatif yang sangat dipertanyakan. Kompetisi berat dari The Martian dan Hotel Transylvania 2 terbukti mengubur Pan. Film ini merugi dengan hanya meraup USD128 juta dari seluruh dunia.
5. The Mummy

Foto: Bloody Disgusting
Ada calon pemula franchise, dan lalu ada The Mummy. Film itu menjadi kiamat seluruh semesta sinematiknya. Di permukaan, The Mummy jelas sangat menjanjikan. Film itu gelap dan merupakan reboot serial film yang disukai, dengan dibintangi salah satu bintang film Hollywood yang menguntungkan, yaitu Tom Cruise. Selain itu, film itu tidak punya pesaing berat ketika dirilis. Sayang, kenyataan tidak seperti yang diharapkan.
The Mummy beranggaran USD125 juta untuk produksinya. Di box office, film itu meraup USD409 juta. Tapi, angka itu tidak memuaskan Universal Pictures karena The Mummy dimaksudkan sebagai awal Dark Universe yang menampilkan semua properti monster film itu. Makanya, studio itu menggelontorkan dana besar-besaran untuk marketing. Tapi, pendapatan box office domestik film itu tidak menjanjikan. Ketika semuanya selesai, film itu pada dasarnya berakhir dengan kegagalan. The Mummy akhirnya menjadi film petama dan terakhir Dark Universe. Universal akhirnya melanjutkan bermitra dengan Blumhouse untuk merilis film monster dengan dana lebih murah untuk semesta horor mereka, yang terlihat lebih baik.
4. John Carter

Foto: The Hollywood Reporter
Sejumlah usaha telah dilakukan untuk mengadaptasi novel Barsoom karya Edyar Rice Burroughs ke layar. Tapi, tidak ada yang berhasil. Sampai akhirnya kemajuan CGI dan anggaran besar dari studio membuat cerita itu sepertinya bisa dibuat dengan baik dan berpotensi sukses. Diterbitkan di awal abad 20, novel itu berkisah tentang seorang veteran Perang Sipil bernama John Carter yang dikirim ke Mars. Di sana, dia terlibat pertarungan akibat perebutan sumber daya di antara penduduk planet.
Lihat Juga :