Kenali Plus Minus Operasi Ceasar Seperti yang Dilakukan Vanessa Angel
Selasa, 14 Juli 2020 - 20:12 WIB
loading...
A
A
A
Cedera bedah juga salah satu risiko yang mungkin dialami bayi. Meski jarang, goresan tidak sengaja pada kulit bayi bisa terjadi selama operasi. Sedangkan risiko bagi ibu mencakup infeksi. Setelah operasi cesar, Anda mungkin berisiko terkena infeksi selaput rahim (endometritis). Perdarahan postpartum, di mana operasi caesar menyebabkan perdarahan hebat selama dan setelah melahirkan.
Reaksi terhadap anestesi, reaksi yang merugikan untuk semua jenis anestesi mungkin terjadi. Operasi caesar mungkin meningkatkan risiko mengembangkan gumpalan darah di dalam vena dalam, terutama di kaki atau organ panggul. Jika bekuan darah mengalir ke paru-paru dan menghalangi aliran darah (pulmonary embolism), kerusakannya bisa mengancam jiwa. Infeksi luka juga berisiko bisa terjadi saat operasi caesar.
Bergantung pada faktor-faktor risiko Anda dan apakah Anda memerlukan operasi caesar darurat, Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena infeksi sayatan. Cedera bedah, meskipun jarang, cedera bedah pada kandung kemih atau usus dapat terjadi selama operasi caesar. Jika ada cedera bedah selama operasi cesar, operasi tambahan mungkin diperlukan.
Selain itu, setelah operasi caesar, Anda menghadapi risiko komplikasi serius yang lebih tinggi pada kehamilan berikutnya daripada setelah melahirkan secara normal. Semakin banyak operasi caesar yang Anda jalani, semakin tinggi risiko plasenta previa dan kondisi di mana plasenta menjadi tidak normal menempel pada dinding rahim (plasenta akreta). Risiko rahim sobek terbuka di sepanjang garis parut dari operasi caesar sebelumnya (ruptur uteri) juga lebih tinggi jika Anda mencoba VBAC.
Reaksi terhadap anestesi, reaksi yang merugikan untuk semua jenis anestesi mungkin terjadi. Operasi caesar mungkin meningkatkan risiko mengembangkan gumpalan darah di dalam vena dalam, terutama di kaki atau organ panggul. Jika bekuan darah mengalir ke paru-paru dan menghalangi aliran darah (pulmonary embolism), kerusakannya bisa mengancam jiwa. Infeksi luka juga berisiko bisa terjadi saat operasi caesar.
Bergantung pada faktor-faktor risiko Anda dan apakah Anda memerlukan operasi caesar darurat, Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena infeksi sayatan. Cedera bedah, meskipun jarang, cedera bedah pada kandung kemih atau usus dapat terjadi selama operasi caesar. Jika ada cedera bedah selama operasi cesar, operasi tambahan mungkin diperlukan.
Selain itu, setelah operasi caesar, Anda menghadapi risiko komplikasi serius yang lebih tinggi pada kehamilan berikutnya daripada setelah melahirkan secara normal. Semakin banyak operasi caesar yang Anda jalani, semakin tinggi risiko plasenta previa dan kondisi di mana plasenta menjadi tidak normal menempel pada dinding rahim (plasenta akreta). Risiko rahim sobek terbuka di sepanjang garis parut dari operasi caesar sebelumnya (ruptur uteri) juga lebih tinggi jika Anda mencoba VBAC.
(tdy)
Lihat Juga :