Dari Komik Jadi Kafe, Kisah Sukses Pengembangan Kekayaan Intelektual Tahilalats
Sabtu, 28 Januari 2023 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Kafe Tahilalats dikembangkan dengan konsep IP Financing yang sumber pendanaannya berasal dari lembaga keuangan nonperbankan, salah satu investornya adalah Infia. Toko Tahilalats ini merupakan salah satu contoh success story dari penerapan IP Financing di Indonesia.
Konsep IP financing tertuang dalam PP No 24 tahun 2022 yang segera berlaku pada Juli 2023 ini. Saat PP ini berlaku, pemilik kekayaan intelektual bisa mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan perbankan dan nonbank untuk mengembangkan usahanya, dengan menjadikan kekayaan intelektual atas karyanya sebagai jaminan utama.
Artinya, mulai tahun ini, peluang bagi pemilik kekayaan intelektual mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usahanya semakin besar. Waktunya bagi sektor ekonomi kreatif kian berkembang dan maju.
Kafe Tahilalats bentuk dari skema investasi IP yang ditawarkan kepada investor. Investor kemudian mewujudkannya dalam bentuk bisnis food and beverage (F&B).
"Untuk mendapatkan investor memang ada tantangan tersendiri. Karena ini konsepnya baru dan belum banyak di Indonesia, sehingga kami harus meyakinkan para investor. Tapi kami bersyukur, ada yang tertarik," kata dia.
Ketertarikan investor membuat kafe dengan nama IP Tahilalats tak lepas dari nama Tahilalats yang sudah dikenal luas. Terbukti, kafe yang baru satu bulan dibuka dan belum soft launching selalu ramai pengunjung. Bahkan es krim Tahilalats dengan tiga varian paling banyak diburu pengunjung dan sold out. Omset Kafe Tahilalats ini dapat mencapai hingga 50 juta rupiah per hari.
Konsep IP financing tertuang dalam PP No 24 tahun 2022 yang segera berlaku pada Juli 2023 ini. Saat PP ini berlaku, pemilik kekayaan intelektual bisa mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan perbankan dan nonbank untuk mengembangkan usahanya, dengan menjadikan kekayaan intelektual atas karyanya sebagai jaminan utama.
Artinya, mulai tahun ini, peluang bagi pemilik kekayaan intelektual mendapatkan pendanaan untuk mengembangkan usahanya semakin besar. Waktunya bagi sektor ekonomi kreatif kian berkembang dan maju.
Kafe Tahilalats bentuk dari skema investasi IP yang ditawarkan kepada investor. Investor kemudian mewujudkannya dalam bentuk bisnis food and beverage (F&B).
"Untuk mendapatkan investor memang ada tantangan tersendiri. Karena ini konsepnya baru dan belum banyak di Indonesia, sehingga kami harus meyakinkan para investor. Tapi kami bersyukur, ada yang tertarik," kata dia.
Ketertarikan investor membuat kafe dengan nama IP Tahilalats tak lepas dari nama Tahilalats yang sudah dikenal luas. Terbukti, kafe yang baru satu bulan dibuka dan belum soft launching selalu ramai pengunjung. Bahkan es krim Tahilalats dengan tiga varian paling banyak diburu pengunjung dan sold out. Omset Kafe Tahilalats ini dapat mencapai hingga 50 juta rupiah per hari.
Lihat Juga :