Ngeri-Ngeri Sedap, 7 Film Ini Melibatkan Mafia Sungguhan
Kamis, 16 Februari 2023 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Tidak ada yang menyangka kalau ada campur tangan mafia di balik Texas Chainsaw Massacre. Film horor brutal itu mengisahkan tentang sekelompok orang yang berusaha kabur dari cengkraman sekeluarga kanibal yang dipimpin sosok berjuluk Leatherface. Saat itu, film besutan Tobe Hooper itu mendapatkan reaksi bermacam-macam karena sifat gore-nya. Sementara, perusahaan produksinya dikritik karena mencurangi pembagian laba dengan cast dan krunya setelah film itu dirilis.
Premis dan masalah yang dihadapi film itu sama sekali tidak berbau mafia. Tapi, di balik layar, mafia sangat terlibat dalam pembuatan film ini. Produser film itu, Louis “Butchie” Peraino menggunakan dana dari film porno yang ikut dia produseri, Deep Throat, untuk membuka Bryanston Distributing Company. Kaitan Peraino dengan keluarga mafia Colombo kemudian terungkap ke hadapan publik. Asosiasinya ini memainkan peranan utama dalam kesuksesannya. Meski begitu, Texas Chainsaw Massacre membuka franchise sukses selama puluhan tahun. Sementara, Bryanstone Distributing Company sudah tutup setelah Peraino terkena masalah hukum.
![Ngeri-Ngeri Sedap, 7 Film Ini Melibatkan Mafia Sungguhan]()
Foto: The Hollywood Reporter
Film yang dibintangi Robert De Niro pada 1999 ini berkisah tentang bos mafia yang melakukan terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan yang dia idap. Terdengar akrab di telinga? Wajarnya, Robert ingin menangkap ciri khas bos mafia dengan cara paling otentik untuk Analyze This. Demi mewujudkan itu, dia dikabarkan belajar dari sejumlah mafia. Salah satunya adlah Anthony “Fat Andy” Ruggiano dari keluarga mafia Gambino.
Robert diduga mengundang para mafia itu ke lokasi syuting, peristiwa yang bahkan tidak pernah dikonfirmasi sampai 20 tahun kemudian. Sebuah foto yang menunjukkan kedua orang itu muncul di persidangan. Juru bicara Robert, Stan Rosenfeld, mengatakan, itu sudah lama. Kliennya juga “sudah lupa” dengan hubungannya dengan salah satu mafia paling berpengaruh di Amerika Serikat (AS) itu.
![Ngeri-Ngeri Sedap, 7 Film Ini Melibatkan Mafia Sungguhan]()
Foto: Rolling Stone
The Cotton Club dibintangi Richard Gere, Nicolas Cage, dan Laurence Fishburn. Film yang dirilis pada 1984 dengan disutradarai Francis Ford Coppola itu mengisahkan kehidupan dan petualangan sekelompok musisi dan mafia di klub jazz keramat New York. Diproduseri Robert Evans, film itu gagal di box office. Tapi, kritik memuji film itu sampai mendapatkan nominasi di Golden Globes dan Oscar.
Sementara, di balik layar, The Cotton Club punya banyak drama. Perselisihan yang melibatkan orang-orang kreatif dan mafia di film membuktikan situasi yang lebih tragis. Co-produser film ini, Roy Radin, awalnya adalah promotor konser yang ingin masuk industri film. Roy dan Robert lalu merekrut Lonie Jacobs, penjual narkoba yang juga pacar Robert kala itu. Keputusan ini berakibat fatal.
Merasa disingkirkan dari kompensasi keuangan, Lonie dan afiliasinya yang kekar menculik dan membunuh Roy. Kaget dengan pembunuhan itu, Robert mencari bantuan dari Doumani bersaudara, yang punya kaitan dengan mafia Chicago. Mereka memberikan backup kepada Coppola yang ketakutan. Akhirnya, film itu bisa selesai tanpa pembunuhan lain.
![Ngeri-Ngeri Sedap, 7 Film Ini Melibatkan Mafia Sungguhan]()
Foto: Encyclopedia Britannica
Premis dan masalah yang dihadapi film itu sama sekali tidak berbau mafia. Tapi, di balik layar, mafia sangat terlibat dalam pembuatan film ini. Produser film itu, Louis “Butchie” Peraino menggunakan dana dari film porno yang ikut dia produseri, Deep Throat, untuk membuka Bryanston Distributing Company. Kaitan Peraino dengan keluarga mafia Colombo kemudian terungkap ke hadapan publik. Asosiasinya ini memainkan peranan utama dalam kesuksesannya. Meski begitu, Texas Chainsaw Massacre membuka franchise sukses selama puluhan tahun. Sementara, Bryanstone Distributing Company sudah tutup setelah Peraino terkena masalah hukum.
3. Analyze This

Foto: The Hollywood Reporter
Film yang dibintangi Robert De Niro pada 1999 ini berkisah tentang bos mafia yang melakukan terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan yang dia idap. Terdengar akrab di telinga? Wajarnya, Robert ingin menangkap ciri khas bos mafia dengan cara paling otentik untuk Analyze This. Demi mewujudkan itu, dia dikabarkan belajar dari sejumlah mafia. Salah satunya adlah Anthony “Fat Andy” Ruggiano dari keluarga mafia Gambino.
Robert diduga mengundang para mafia itu ke lokasi syuting, peristiwa yang bahkan tidak pernah dikonfirmasi sampai 20 tahun kemudian. Sebuah foto yang menunjukkan kedua orang itu muncul di persidangan. Juru bicara Robert, Stan Rosenfeld, mengatakan, itu sudah lama. Kliennya juga “sudah lupa” dengan hubungannya dengan salah satu mafia paling berpengaruh di Amerika Serikat (AS) itu.
4. The Cotton Club

Foto: Rolling Stone
The Cotton Club dibintangi Richard Gere, Nicolas Cage, dan Laurence Fishburn. Film yang dirilis pada 1984 dengan disutradarai Francis Ford Coppola itu mengisahkan kehidupan dan petualangan sekelompok musisi dan mafia di klub jazz keramat New York. Diproduseri Robert Evans, film itu gagal di box office. Tapi, kritik memuji film itu sampai mendapatkan nominasi di Golden Globes dan Oscar.
Sementara, di balik layar, The Cotton Club punya banyak drama. Perselisihan yang melibatkan orang-orang kreatif dan mafia di film membuktikan situasi yang lebih tragis. Co-produser film ini, Roy Radin, awalnya adalah promotor konser yang ingin masuk industri film. Roy dan Robert lalu merekrut Lonie Jacobs, penjual narkoba yang juga pacar Robert kala itu. Keputusan ini berakibat fatal.
Merasa disingkirkan dari kompensasi keuangan, Lonie dan afiliasinya yang kekar menculik dan membunuh Roy. Kaget dengan pembunuhan itu, Robert mencari bantuan dari Doumani bersaudara, yang punya kaitan dengan mafia Chicago. Mereka memberikan backup kepada Coppola yang ketakutan. Akhirnya, film itu bisa selesai tanpa pembunuhan lain.
5. The Godfather

Foto: Encyclopedia Britannica
Lihat Juga :