Review Film Creed III: Duel Tinju Sengit dengan Plot Berantakan
Rabu, 01 Maret 2023 - 09:48 WIB
loading...
A
A
A
Konsep pertarungan dua mantan sahabat itu memang seru. Meski sudah banyak cerita yang serupa. Namun, bobot emosi di dalam pertarungan itulah yang membuat duel seperti ini jadi semakin sengit. Ini pulalah yang diharapkan terjadi di Creed III. Secara khusus, film ini memang bisa menyajikan duel Aldonis dan Dame yang seru dan cukup menegangkan.
![Review Film Creed III: Duel Tinju Sengit dengan Plot Berantakan]()
Foto: CinemaBlend
Namun, subplot film ini yang terlalu banyak, bisa mengalihkan perhatian utama di film ini. Film ini juga mengangkat cerita tentang anak Aldonis, Amara, yang ingin belajar tinju, ibu Aldonis, Mary-Anne, yang kesehatannya terus menurun, dan istri Aldonis, Bianca, yang harus beradaptasi menjadi seorang produser. Sementara, porsi untuk cerita Aldonis dan Dame di dalam dan luar ring malah tidak dieksplorasi lebih lanjut.
Banyak bagian dari masa lalu kedua orang itu yang tidak diselesaikan secara utuh. Bahkan, hingga akhir film ini, plot hole itu masih menganga. Film ini terlalu banyak berfokus pada Aldonis dan kehidupannya. Sementara, seperti mengabaikan kehidupan Dame di luar hubungannya dengan Aldonis. Padahal, latar Dame dan apa yang terjadi pada dirinya, serta emosinya, bisa memberikan gambaran kepada penonton tentang karakter ini sesungguhnya.
![Review Film Creed III: Duel Tinju Sengit dengan Plot Berantakan]()
Foto: Deadline
Fakta kalau Dame ingin jadi juara, itu sudah biasa. Tapi, seperti apa perasaannya pada Aldonis tentang masa lalu mereka dan motivasi lainnya tidak pernah dieksplorasi. Dame hanya tampil sebagai lawan Aldonis dengan beban masa lalu mereka yang tidak selesai. Itu saja. Dan, tentu saja, cerita film sepanjang 1 jam 59 menit ini sangat mudah ditebak, bahkan sebelum menjelang bagian tengah.
Yang membuat film ini tetap menarik tentu pertandingan tinju di atas ring. Di bagian ini, Jonathan dengan mudah memukau penonton dengan aksi mentah dan brutalnya terhadap lawan-lawannya. Dia tidak segan melakukan cara kotor dan memprovokasi lawannya.
![Review Film Creed III: Duel Tinju Sengit dengan Plot Berantakan]()
Foto: The AV Club
Terus terang, saya agak bosan menonton Jonathan kembali di layar bioskop karena baru saja menonton aktingnya di Ant-Man and the Wasp: Quantumania. Di film itu pun, dia juga menjadi villain, Kang the Conqueror. Ada rasa jenuh ketika menonton aktor yang sama tampil di dua film blockbuster secara berturut-turut dengan peran yang sifatnya hampir sama. Meski harus saya akui, akting Jonathan selalu maksimal dan dia benar-benar aktor yang bagus dalam memerankan setiap perannya. Begitu juga di film ini.

Foto: CinemaBlend
Namun, subplot film ini yang terlalu banyak, bisa mengalihkan perhatian utama di film ini. Film ini juga mengangkat cerita tentang anak Aldonis, Amara, yang ingin belajar tinju, ibu Aldonis, Mary-Anne, yang kesehatannya terus menurun, dan istri Aldonis, Bianca, yang harus beradaptasi menjadi seorang produser. Sementara, porsi untuk cerita Aldonis dan Dame di dalam dan luar ring malah tidak dieksplorasi lebih lanjut.
Banyak bagian dari masa lalu kedua orang itu yang tidak diselesaikan secara utuh. Bahkan, hingga akhir film ini, plot hole itu masih menganga. Film ini terlalu banyak berfokus pada Aldonis dan kehidupannya. Sementara, seperti mengabaikan kehidupan Dame di luar hubungannya dengan Aldonis. Padahal, latar Dame dan apa yang terjadi pada dirinya, serta emosinya, bisa memberikan gambaran kepada penonton tentang karakter ini sesungguhnya.

Foto: Deadline
Fakta kalau Dame ingin jadi juara, itu sudah biasa. Tapi, seperti apa perasaannya pada Aldonis tentang masa lalu mereka dan motivasi lainnya tidak pernah dieksplorasi. Dame hanya tampil sebagai lawan Aldonis dengan beban masa lalu mereka yang tidak selesai. Itu saja. Dan, tentu saja, cerita film sepanjang 1 jam 59 menit ini sangat mudah ditebak, bahkan sebelum menjelang bagian tengah.
Yang membuat film ini tetap menarik tentu pertandingan tinju di atas ring. Di bagian ini, Jonathan dengan mudah memukau penonton dengan aksi mentah dan brutalnya terhadap lawan-lawannya. Dia tidak segan melakukan cara kotor dan memprovokasi lawannya.

Foto: The AV Club
Terus terang, saya agak bosan menonton Jonathan kembali di layar bioskop karena baru saja menonton aktingnya di Ant-Man and the Wasp: Quantumania. Di film itu pun, dia juga menjadi villain, Kang the Conqueror. Ada rasa jenuh ketika menonton aktor yang sama tampil di dua film blockbuster secara berturut-turut dengan peran yang sifatnya hampir sama. Meski harus saya akui, akting Jonathan selalu maksimal dan dia benar-benar aktor yang bagus dalam memerankan setiap perannya. Begitu juga di film ini.
Lihat Juga :