Slow Move Ajak Anak Muda Melek Fashion Ramah Lingkungan
Selasa, 07 Maret 2023 - 20:49 WIB
loading...
Gerakan sustainable fashion sudah berkembang menjadi komunitas yang terdiri dari aktivis muda yang sadar akan fashion dan lingkungan. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Penggagas gerakan fashion ramah lingkungan Slow Move, Isabella Indrasasana tidak pernah lelah mengajak generasi muda Indonesia semakin sadar dengan sustainable fashion.
Wanita yang akrab disapa Bella itu sangat yakin bahwa gerakan fashion ramah lingkungan atau sustainable fashion bukan sekadar tren. Gerakan sustainable fashion sudah berkembang menjadi komunitas yang terdiri dari aktivis muda yang sadar akan fashion dan lingkungan.
Bersamaan dengan itu, turut hadir kesadaran bangga dan gemar memakai produk fashion berkelanjutan buatan lokal. Bella yakin produk lokal tersebut sudah memenuhi standar, dan akan terus berkembang, sehingga harapan berekspansi ke pasar internasional dapat terpenuhi.
Baca juga: Tas Terbuat dari Batu Bulan Muncul di Paris Fashion Week 2023, Netizen: Apakah Ini Nyata?
"Sustainable fashion bukan hanya sebuah jenis fashion, tetapi juga sebuah gaya hidup. Kita harus menganggap sustainable fashion sebagai sebuah penyebab, bukan sebagai tren, karena kita tidak akan maju jika memperlakukannya seperti fast fashion," jelas Bella di sela acara Slow Move Bazaar di Jakarta, baru-baru ini.
Bella sendiri terinpirasi membentuk gerakan Slow Move setelah menyaksikan sendiri sampah-sampah kain atau limbah fashion. Hal itu disaksikannya ketika mendatangi kantor ayahnya, yang merupakan perusahaan manufaktur pakaian.
Wanita yang akrab disapa Bella itu sangat yakin bahwa gerakan fashion ramah lingkungan atau sustainable fashion bukan sekadar tren. Gerakan sustainable fashion sudah berkembang menjadi komunitas yang terdiri dari aktivis muda yang sadar akan fashion dan lingkungan.
Bersamaan dengan itu, turut hadir kesadaran bangga dan gemar memakai produk fashion berkelanjutan buatan lokal. Bella yakin produk lokal tersebut sudah memenuhi standar, dan akan terus berkembang, sehingga harapan berekspansi ke pasar internasional dapat terpenuhi.
Baca juga: Tas Terbuat dari Batu Bulan Muncul di Paris Fashion Week 2023, Netizen: Apakah Ini Nyata?
"Sustainable fashion bukan hanya sebuah jenis fashion, tetapi juga sebuah gaya hidup. Kita harus menganggap sustainable fashion sebagai sebuah penyebab, bukan sebagai tren, karena kita tidak akan maju jika memperlakukannya seperti fast fashion," jelas Bella di sela acara Slow Move Bazaar di Jakarta, baru-baru ini.
Bella sendiri terinpirasi membentuk gerakan Slow Move setelah menyaksikan sendiri sampah-sampah kain atau limbah fashion. Hal itu disaksikannya ketika mendatangi kantor ayahnya, yang merupakan perusahaan manufaktur pakaian.
Lihat Juga :