alexametrics

Tubuh Ideal dengan EMS

loading...
Tubuh Ideal dengan EMS
Para model melakukan olahraga terbaru dengan electrical muscle stimulation (EMS).
A+ A-
Untuk mendapatkan tubuh ideal, tentu bisa dengan cara olahraga teratur. Jenis olahraga terbaru electrical muscle stimulation (EMS) bisa menjadi pilihan dengan waktu latihan yang lebih efektif dan efisien.

Prianka Bukit, salah satu pendiri dari 20Fit, menjelaskan seputar olahraga EMS menggunakan mesin Miha Bodytec. Alat ini bekerja untuk menstimulasi jaringan otot penggunanya, melalui gerakan-gerakan olahraga yang sederhana dengan latihan selama 20 menit. Gerakan tersebut bisa disamakan dengan latihan di gym selama 2 jam.

“Harapan kami, masyarakat dapat merasakan efek yang positif di tubuh melalui total body work out yang dapat diraih dalam proses latihan 20 menit saja,” tutur Prianka di sela-sela talkshow 20FIT di GOIFEX, Jakarta, Minggu (6/9) lalu. Prianka mengatakan, perangkat EMS menghasilkan sinyal listrik yang merangsang saraf. Impuls ini dihasilkan perangkat listrik dan disampaikan melalui elektroda yang ditempatkan di kulit dekat otot yang membutuhkan stimulasi.



Dengan menempatkan bantalan di dekat kelompok otot tertentu, kemudian mengirimkan impuls dengan menggunakan perangkat EMS, otototot mulai berkontraksi dan berelaksasi. Senada dengan Prianka, Bambang Reguna Bukit, Direktur dari PT Kredoaum (distributor EMS), mengatakan, berkat elektroda yang dipasangkan di seluruh badan, otot dapat distimulasi tepat sasaran dengan beban yang disesuaikan dengan target dan kekuatan pengguna.

“Sederhananya, pada metode ini kita bisa melakukan gerakan seperti di gym , tetapi tanpa beban yangreal . Bebannya itu, ya ada di mesinnya. Walau tanpa beban yang kelihatan oleh mata, apa yang dirasakan otot sama seperti ketika mengangkat beban,” kata Bambang. Tiara Putri, salah satu personal trainer di 20 Fit, menuturkan, “Olahraga ini memanfaatkan antaran impuls dari alat EMS.

Olahraga ini dapat memaksimalkan tujuan latihan membentuk tubuh dan mengurangi berat badan,” ujar Tiara. Tiara mengatakan olahraga dengan cara ini diawali hanya dengan sedikit pemanasan pengenalan gerakan yang dilakukan dalam EMS. Sebelumnya klien yang mendaftar ditanya terlebih dahulu tujuan dari latihan EMS-nya, apakah untuk merampingkan tubuh, menurunkan berat badan, atau rehabilitasi pascasakit.

“Tujuan akhir dari latihan EMS sebenarnya tergantung pada tujuan si klien,” ujar Tiara. Intensitas EMS yang diantarkan disesuaikan dengan kebutuhan kemampuan tujuan klien yang berolahraga tersebut. Misalnya untuk body shaping atau pengurangan berat badan, ada formula khusus atau rumus mutlak pada tiap gerakan. Misalnya untuk membuat tubuh lebih berlekuk, alat akan aktif mengantarkan impuls selama 4 detik dan istirahat 4 detik.

“Setiap sesinya hanya membutuhkan waktu 20 menit dan sebaiknya dilakukan seminggu dua kali untuk hasil yang maksimal. Olahraga ini cocok bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu luang,” sebut Tiara. Para klien biasanya dianjurkan untuk melakukan beberapa gerakan seperti squat, chest press, cross knee, twist, double bisep, plank, dan lower abs.

“Salah satu gerakan dasarnya, yaitu squat yang merupakan gerakan setengah duduk dengan bokong mengarah ke belakang dan badan condong ke depan. Pada gerakan squat ini bagian punggung ikut diluruskan, jangan sampai membungkuk, kemudian ujung kaki tumit dibuat sejajar,” kata Tiara. Dengan menggunakan metode EMS, kemungkinan cedera bisa diperkecil, bahkan tidak ada sama sekali. Sebab, EMS bekerja langsung ke otot dan bukan bagian lain yang mungkin sebenarnya tidak perlu digerakkan atau dilatih.

Dwi nur ratnaningsih
(bbg)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak