Tingkatkan Pemahaman Tentang Penyandang Disabilitas, Indonesia-Jepang Perkuat Kemitraan
Jum'at, 10 Maret 2023 - 19:52 WIB
loading...
Indonesia-Jepang memperkuat kemitraan dengan menggelar diskusi dan dialog Japan-Indonesia Roundtable Discussion on Developmental Disorders Learning Session. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Disabilitas perkembangan (developmental disorders) merupakan isu yang kompleks dan berdampak luas pada kualitas hidup dari penyandang disabilitas perkembangan, termasuk individu autistik, ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), dan lain sebagainya.
Di Indonesia, 3 dari 10 anak dengan disabilitas tidak memiliki akses untuk sekolah (SUSENAS, 2018). Mereka juga menghadapi kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan serta mengembangkan kemandirian.
Untuk membangun pemahaman mengenai kebijakan dan implementasinya yang dapat mendukung kesejahteraan para penyandang disabilitas perkembangan di Indonesia, The National Center for Persons with Severe Intellectual Disabilities (Nozominosono) dari Jepang berkolaborasi dengan LSPR Institute of Communication and Business of Indonesia, menggelar sesi diskusi dan dialog “Japan-Indonesia Roundtable Discussion on Developmental Disorders Learning Session.”
Dr. Adriana dari Universitas Indonesia yang juga merupakan orangtua dari individu autistik mengungkapkan perspektif positif holistik dalam strategi untuk memahami dan membantu penyandang disabilitas perkembangan dalam memaksimalkan kualitas hidup mereka.
Baca Juga: Mendagri Dorong Pemda Perhatikan Penyandang Disabilitas
“Fokus pada aspek positif dan mengembangkan potensi mereka (individu disabilitas) secara maksimal. Artinya, jangan hanya melihat kelemahan mereka serta berusaha mengubah penyandang disabilitas untuk berperilaku seperti orang “normal” atau non disabilitas,” ungkap Adriana dalam presentasinya.
Sementara itu, Direktur Departemen Kesejahteraan bagi Anak dengan Disabilitas Perkembangan Jepang, Masaaki Kurihara mengungkapkan pentingnya kerjasama antar lembaga kementerian untuk mengembangkan program-program lintas sektoral.
Di Indonesia, 3 dari 10 anak dengan disabilitas tidak memiliki akses untuk sekolah (SUSENAS, 2018). Mereka juga menghadapi kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan serta mengembangkan kemandirian.
Untuk membangun pemahaman mengenai kebijakan dan implementasinya yang dapat mendukung kesejahteraan para penyandang disabilitas perkembangan di Indonesia, The National Center for Persons with Severe Intellectual Disabilities (Nozominosono) dari Jepang berkolaborasi dengan LSPR Institute of Communication and Business of Indonesia, menggelar sesi diskusi dan dialog “Japan-Indonesia Roundtable Discussion on Developmental Disorders Learning Session.”
Dr. Adriana dari Universitas Indonesia yang juga merupakan orangtua dari individu autistik mengungkapkan perspektif positif holistik dalam strategi untuk memahami dan membantu penyandang disabilitas perkembangan dalam memaksimalkan kualitas hidup mereka.
Baca Juga: Mendagri Dorong Pemda Perhatikan Penyandang Disabilitas
“Fokus pada aspek positif dan mengembangkan potensi mereka (individu disabilitas) secara maksimal. Artinya, jangan hanya melihat kelemahan mereka serta berusaha mengubah penyandang disabilitas untuk berperilaku seperti orang “normal” atau non disabilitas,” ungkap Adriana dalam presentasinya.
Sementara itu, Direktur Departemen Kesejahteraan bagi Anak dengan Disabilitas Perkembangan Jepang, Masaaki Kurihara mengungkapkan pentingnya kerjasama antar lembaga kementerian untuk mengembangkan program-program lintas sektoral.
Lihat Juga :