Ahli Gizi: Belum Ada Urgensi Pelabelan BPA di Galon Guna Ulang
Selasa, 14 Maret 2023 - 10:40 WIB
loading...
Ahli Gizi dari IPB University, Prof. Hardinsyah menyatakan belum ada urgensi pelabelan BPA pada air minum dalam kemasan galon guna ulang. Foto/Dok.Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Ahli Gizi dari IPB University, Prof. Hardinsyah menyatakan belum ada urgensi pelabelan BPA pada air minum dalam kemasan galon guna ulang. Dia beralasan hal itu disebabkan belum adanya bukti kuat yang menyatakan bahwa BPA dalam kemasan galon guna ulang itu sudah membahayakan kesehatan.
“Kalau mau mengatur BPA tadi, ya harus berbasis bukti, berbasis evidence. Kan namanya mau membuat regulasi, jadi harusnya berbasis bukti yang kuat," ucap Guru Besar Ilmu Gizi IPB University itu dalam keterangan yang diterima, Selasa (14/3/2023).
"Bukti itu berupa hasil kajian atau penelitian yang mengatakan bahwa BPA pada galon guna ulang itu memang benar-benar berbahaya untuk kesehatan. Harus dengan protokol yang dapat dipertanggungjawabkan dan bukan asal-asalan,” ungkapnya.
Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia itu juga melihat hingga kini belum ada sebuah penelitian yang konklusif terhadap bahaya BPA pada kemasan galon guna ulang ini.
Baca Juga: Pakar: Galon Guna Ulang Aman, Air Bukan Pelarut BPA
Termasuk penelitian yang memperkirakan adanya beban biaya infertilitas pada konsumen AMDK galon yang terpapar BPA yang berkisar antara Rp16 triliun sampai dengan Rp 30,6 triliun dalam periode satu siklus in-vitro fertilization (IVF), menurutnya, itu juga perlu dipertanyakan metode penelitiannya dan pengambilan kesimpulannya.
“Kalau mau mengatur BPA tadi, ya harus berbasis bukti, berbasis evidence. Kan namanya mau membuat regulasi, jadi harusnya berbasis bukti yang kuat," ucap Guru Besar Ilmu Gizi IPB University itu dalam keterangan yang diterima, Selasa (14/3/2023).
"Bukti itu berupa hasil kajian atau penelitian yang mengatakan bahwa BPA pada galon guna ulang itu memang benar-benar berbahaya untuk kesehatan. Harus dengan protokol yang dapat dipertanggungjawabkan dan bukan asal-asalan,” ungkapnya.
Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia itu juga melihat hingga kini belum ada sebuah penelitian yang konklusif terhadap bahaya BPA pada kemasan galon guna ulang ini.
Baca Juga: Pakar: Galon Guna Ulang Aman, Air Bukan Pelarut BPA
Termasuk penelitian yang memperkirakan adanya beban biaya infertilitas pada konsumen AMDK galon yang terpapar BPA yang berkisar antara Rp16 triliun sampai dengan Rp 30,6 triliun dalam periode satu siklus in-vitro fertilization (IVF), menurutnya, itu juga perlu dipertanyakan metode penelitiannya dan pengambilan kesimpulannya.
Lihat Juga :