CERMIN: Detektif, Tersangka, dan Obsesi di Antara Keduanya
Sabtu, 18 Maret 2023 - 07:19 WIB
loading...
Decision to Leave adalah kisah cinta berbalut misteri antara seorang detektif dan tersangka dari kasus yang ditanganinya. Foto/CJ Entertainment
A
A
A
JAKARTA - Tahun 1962. Untuk pertama kalinya Korea Selatan mengirim film secara resmi ke Academy Awards dan butuh 57 tahun hingga akhirnya film dari Negeri Ginseng itu berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam industri film, Piala Oscar.
Dalam penyelenggaraan Academy Awards yang ke-35, Korea Selatan untuk pertama kalinya mengirim film berjudul My Mother and the Roomerkarya Shin Sang-Ok. Filmnya bercerita tentang seorang seniman dari Seoul yang mengunjungi janda almarhum temannya di pedesaan.
Hubungan antara istri teman, ibunya, dan si seniman digambarkan dengan mengacu pada kekhawatiran mereka tentang ketidaksetujuan sosial. Setelah tahun 2000, Korea Selatan mengirimkan film secara rutin setiap tahunnya ke Academy Awards untuk berkompetisi dalam kategori Best International Feature Film.
Barulah pada 2018 atau 56 tahun sejak pengiriman pertama, Korea Selatan berhasil masuk dalam daftar pendek. Setahun setelahnya Parasitemembuat sejarah dengan menjadi film Korea Selatan pertama yang didaulat sebagai Film Terbaik Academy Awards.
Decision to Leavemencoba meneruskan tradisi tersebut. Meski hanya berhasil sampai pada daftar pendek Academy Awards, setidaknya karya Park Chan-wook tersebut kembali mengukuhkan kecemerlangan sinema Korea Selatan. Decision to Leaveberjaya di Cannes Film Festival, Critics Choice Awards, Golden Globe, dan BAFTA Awards.
![CERMIN: Detektif, Tersangka, dan Obsesi di Antara Keduanya]()
Foto: CJ Entertainment
Dalam beberapa tahun terakhir, kita diserbu budaya populer dari Korea Selatan dengan sangat agresif. Dari musik, kuliner, hingga film. Dari BTS, restoran Korea yang merajalela, hingga film/drama Korea yang membius. Penyerbuan itu terkalkulasi dan direncanakan dengan matang. Butuh waktu puluhan tahun dan dengan kesabaran dan kesungguhan hingga akhirnya sukses itu datang.
Decision to Leaveyang bisa ditonton di Vidio ini menyajikan sinema Korea yang khas. Drama sederhana, tak neko-neko tapi dibalut dengan penceritaan matang dan pendekatan menarik. Jika biasanya kita menyaksikan crime thriller yang berfokus pada upaya pengungkapan tersangka, maka di sini Chan-wook mengajak kita memasuki labirin obsesi berbalut nafsu dari tokoh utamanya, Hae-joon.
Baca Juga: CERMIN: Seks, Narkoba, dan Musik Klasik
Ia adalah seorang polisi yang bertugas sebagai detektif yang mengungkap kasus pembunuhan. Ketelatenannya mengagumkan, kesabarannya mengungkap fakta demi fakta tak tertandingi hingga ia berurusan dengan satu hal yang ia kenali tapi selalu datang tak terduga: CINTA.
Dalam penyelenggaraan Academy Awards yang ke-35, Korea Selatan untuk pertama kalinya mengirim film berjudul My Mother and the Roomerkarya Shin Sang-Ok. Filmnya bercerita tentang seorang seniman dari Seoul yang mengunjungi janda almarhum temannya di pedesaan.
Hubungan antara istri teman, ibunya, dan si seniman digambarkan dengan mengacu pada kekhawatiran mereka tentang ketidaksetujuan sosial. Setelah tahun 2000, Korea Selatan mengirimkan film secara rutin setiap tahunnya ke Academy Awards untuk berkompetisi dalam kategori Best International Feature Film.
Barulah pada 2018 atau 56 tahun sejak pengiriman pertama, Korea Selatan berhasil masuk dalam daftar pendek. Setahun setelahnya Parasitemembuat sejarah dengan menjadi film Korea Selatan pertama yang didaulat sebagai Film Terbaik Academy Awards.
Decision to Leavemencoba meneruskan tradisi tersebut. Meski hanya berhasil sampai pada daftar pendek Academy Awards, setidaknya karya Park Chan-wook tersebut kembali mengukuhkan kecemerlangan sinema Korea Selatan. Decision to Leaveberjaya di Cannes Film Festival, Critics Choice Awards, Golden Globe, dan BAFTA Awards.

Foto: CJ Entertainment
Dalam beberapa tahun terakhir, kita diserbu budaya populer dari Korea Selatan dengan sangat agresif. Dari musik, kuliner, hingga film. Dari BTS, restoran Korea yang merajalela, hingga film/drama Korea yang membius. Penyerbuan itu terkalkulasi dan direncanakan dengan matang. Butuh waktu puluhan tahun dan dengan kesabaran dan kesungguhan hingga akhirnya sukses itu datang.
Decision to Leaveyang bisa ditonton di Vidio ini menyajikan sinema Korea yang khas. Drama sederhana, tak neko-neko tapi dibalut dengan penceritaan matang dan pendekatan menarik. Jika biasanya kita menyaksikan crime thriller yang berfokus pada upaya pengungkapan tersangka, maka di sini Chan-wook mengajak kita memasuki labirin obsesi berbalut nafsu dari tokoh utamanya, Hae-joon.
Baca Juga: CERMIN: Seks, Narkoba, dan Musik Klasik
Ia adalah seorang polisi yang bertugas sebagai detektif yang mengungkap kasus pembunuhan. Ketelatenannya mengagumkan, kesabarannya mengungkap fakta demi fakta tak tertandingi hingga ia berurusan dengan satu hal yang ia kenali tapi selalu datang tak terduga: CINTA.
Lihat Juga :