Mengapa Jimin BTS Pakai Banyak Autotune dalam Set Me Free Pt.2? Ini Teorinya
Sabtu, 18 Maret 2023 - 12:52 WIB
loading...
A
A
A
Nah, jika melihat lirik pada verse 1 dan verse 2, di situ Jimin menggambarkan pergulatannya melawan pikiran-pikiran negatif. Bisa jadi, penggunaan autotune yang agresif dan terdengar 'kasar' tersebut dipakai untuk menggambarkan pergulatannya dengan pikiran negatif tersebut.
Misalnya saja pada verse 1. Terdapat lirik, "Aku mengembara di labirin" dan "hennesey and night" (gampangnya, bisa disimpulkan sebagai kehidupan yang sangat riuh).
Setelah itu, masih dalam vokal dengan sentuhan autotune, Jimin mengatakan "i never stop, i never stop". Setelah itu dilanjutkan dengan "again, repeat", tapi kali ini tanpa autotone.
![Mengapa Jimin BTS Pakai Banyak Autotune dalam Set Me Free Pt.2? Ini Teorinya]()
Foto: BigHit Music
Jika teori di atas benar, maka bagian verse 1 adalah seperti sebuah komunikasi intrapersonal yang dilakukan Jimin. Pikiran negatif dan rintangan yang dirasakan Jimin disimbolkan dengan suara autune, sedangkan vokal biasa adalah bagian dari Jimin lainnya yang berusaha menyemangati atau menghalau pikiran negatif tersebut.
Jadi saat ia mengatakan "again, repeat", maka ini adalah semacam afirmasi atau usaha mempengaruhi pikiran atau alam bawah sadar. Selanjutnya saat mengatakan "finally free" yang juga dinyanyikan Jimin tanpa autotune, menunjukkan transformasi Jimin menjadi orang yang akhirnya bisa mengontrol diri dan pikirannya.
Teknik penggunaan autotune yang agresif sebenarnya juga pernah dilakukan Suga dalam lagu Interlude: Shadow. Lagu ini juga punya tema yang sama, yaitu pergulatan sebagai seorang idol dan dampak negatif ketenaran.
Jelang ujung lagu, Suga mengubah atmosfer musiknya menjadi lebih keras, dengan iringan tekstur vokal yang berbeda dengan di awal lagu, ditambah autotune yang cukup agresif. Gaya ini dipakai untuk menunjukkan bahwa pada bagian itu, lirik yang dinyanyikan Suga adalah suara dari "shadow" atau 'bagian gelap' dari kepribadian Suga.
Misalnya saja pada verse 1. Terdapat lirik, "Aku mengembara di labirin" dan "hennesey and night" (gampangnya, bisa disimpulkan sebagai kehidupan yang sangat riuh).
Setelah itu, masih dalam vokal dengan sentuhan autotune, Jimin mengatakan "i never stop, i never stop". Setelah itu dilanjutkan dengan "again, repeat", tapi kali ini tanpa autotone.

Foto: BigHit Music
Jika teori di atas benar, maka bagian verse 1 adalah seperti sebuah komunikasi intrapersonal yang dilakukan Jimin. Pikiran negatif dan rintangan yang dirasakan Jimin disimbolkan dengan suara autune, sedangkan vokal biasa adalah bagian dari Jimin lainnya yang berusaha menyemangati atau menghalau pikiran negatif tersebut.
Jadi saat ia mengatakan "again, repeat", maka ini adalah semacam afirmasi atau usaha mempengaruhi pikiran atau alam bawah sadar. Selanjutnya saat mengatakan "finally free" yang juga dinyanyikan Jimin tanpa autotune, menunjukkan transformasi Jimin menjadi orang yang akhirnya bisa mengontrol diri dan pikirannya.
Teknik penggunaan autotune yang agresif sebenarnya juga pernah dilakukan Suga dalam lagu Interlude: Shadow. Lagu ini juga punya tema yang sama, yaitu pergulatan sebagai seorang idol dan dampak negatif ketenaran.
Jelang ujung lagu, Suga mengubah atmosfer musiknya menjadi lebih keras, dengan iringan tekstur vokal yang berbeda dengan di awal lagu, ditambah autotune yang cukup agresif. Gaya ini dipakai untuk menunjukkan bahwa pada bagian itu, lirik yang dinyanyikan Suga adalah suara dari "shadow" atau 'bagian gelap' dari kepribadian Suga.
Lihat Juga :