CERMIN: Persahabatan bagai Kepompong
Rabu, 29 Maret 2023 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: CERMIN: Masih Adakah Tempat untuk Cerita tentang Poligami?
Di tempat kerjanya, Jimmy beruntung punya Gaby, sesama psikiater dan Paul, psikiater sekaligus mentornya. Di rumahnya, Jimmy beruntung punya Liz yang menyayangi anaknya, Alice, seperti ia menyayangi putra-putranya sendiri. Seperti masih belum cukup, Jimmy beruntung bisa bersahabat dengan Brian, pengacaranya dan Sean, pasiennya.
Dengan lingkungan yang mendukung ia sepenuhnya bisa berduka dan bangkit dari luka. Namun Jimmy, toh, masih kesulitan terkoneksi kembali dengan Alice, putrinya yang menginjak usia remaja.
Serial Shrinkingyang diputar di Apple TV sebanyak 10 episode memberikan waktu sepanjang itu bagi Jimmy, juga bagi kita semua, untuk merayakan kedukaan. Tak ada yang salah dengan berduka, tak ada yang salah dengan sulitnya bangkit dari luka, karena kita manusia. Yang salah justru ketika kita tak mau mengakuinya.
![CERMIN: Persahabatan bagai Kepompong]()
Foto: AppleTV
Bayangkan menonton 10 episode dengan durasi 40 menitan per episode dengan seorang karakter utama yang mencoba mangkir dari duka, sempat hilang arah dan pada saat yang sama, ia justru mesti menjadi pemandu bagi pasien-pasiennya.
Namun karena Shrinkingdikemas secara komedi, maka ia didesain untuk tak menangisi diri sendiri berlarut-larut. Skenario memberi waktu bagi Jimmy dan karakter-karakter lainnya saling terkoneksi, membangun persahabatan yang lebih erat dan tulus, dan menjadikan mereka semua sebagai manusia yang lebih baikpada episode final. Dan di antaranya para tokohnya sering menertawakan kebodohan mereka sendiri dan sadar bahwa mereka masih punya waktu untuk memperbaiki kebodohan itu.
Mungkin kita menyukai Shrinkingkarena kita mendambakan persahabatan yang tulus seperti yang terjalin di antara Jimmy dan teman-temannya. Kita menginginkan persahabatan yang terbuka, tak saling menikam dari belakang, selalu saling mendukung dalam susah maupun senang. Diam-diam kita ingin seperti Jimmy. Diam-diam kita ingin punya teman-teman yang baik sepertinya.
Di tempat kerjanya, Jimmy beruntung punya Gaby, sesama psikiater dan Paul, psikiater sekaligus mentornya. Di rumahnya, Jimmy beruntung punya Liz yang menyayangi anaknya, Alice, seperti ia menyayangi putra-putranya sendiri. Seperti masih belum cukup, Jimmy beruntung bisa bersahabat dengan Brian, pengacaranya dan Sean, pasiennya.
Dengan lingkungan yang mendukung ia sepenuhnya bisa berduka dan bangkit dari luka. Namun Jimmy, toh, masih kesulitan terkoneksi kembali dengan Alice, putrinya yang menginjak usia remaja.
Serial Shrinkingyang diputar di Apple TV sebanyak 10 episode memberikan waktu sepanjang itu bagi Jimmy, juga bagi kita semua, untuk merayakan kedukaan. Tak ada yang salah dengan berduka, tak ada yang salah dengan sulitnya bangkit dari luka, karena kita manusia. Yang salah justru ketika kita tak mau mengakuinya.

Foto: AppleTV
Bayangkan menonton 10 episode dengan durasi 40 menitan per episode dengan seorang karakter utama yang mencoba mangkir dari duka, sempat hilang arah dan pada saat yang sama, ia justru mesti menjadi pemandu bagi pasien-pasiennya.
Namun karena Shrinkingdikemas secara komedi, maka ia didesain untuk tak menangisi diri sendiri berlarut-larut. Skenario memberi waktu bagi Jimmy dan karakter-karakter lainnya saling terkoneksi, membangun persahabatan yang lebih erat dan tulus, dan menjadikan mereka semua sebagai manusia yang lebih baikpada episode final. Dan di antaranya para tokohnya sering menertawakan kebodohan mereka sendiri dan sadar bahwa mereka masih punya waktu untuk memperbaiki kebodohan itu.
Mungkin kita menyukai Shrinkingkarena kita mendambakan persahabatan yang tulus seperti yang terjalin di antara Jimmy dan teman-temannya. Kita menginginkan persahabatan yang terbuka, tak saling menikam dari belakang, selalu saling mendukung dalam susah maupun senang. Diam-diam kita ingin seperti Jimmy. Diam-diam kita ingin punya teman-teman yang baik sepertinya.
Lihat Juga :