Kemenkes Akan Kirim 10.000 USG ke Puskesmas untuk Tekan Angka Kematian Ibu dan Stunting
Jum'at, 31 Maret 2023 - 10:57 WIB
loading...
A
A
A
Pemeriksaan kehamilan yang sebelumnya minimal 4 kali menjadi 6 kali selama kehamilan. "Dua kali pemeriksaan di antaranya harus diperiksa oleh dokter. Dengan pemeriksaan dokter ini akan terjadi kolaborasi dengan bidan dan dokter spesialis kebidanan," jelas dr. Syahril, seperti dikutip dari laman Kemenkes, Jumat (31/3/2023).
Selain mengirimkan 10.000 USG ke semua puskesmas di Indonesia secara bertahap, juga akan dikirimkan sebanyak 313.737 antropometri untuk 303.416 posyandu secara bertahap. Targetnya pengiriman ini dapat terpenuhi pada 2024.
Alat USG yang dikirimkan itu berbentuk portable, sehingga diharapkan bisa menjangkau wilayah remote area, daerah perifer di ujung-ujung perbatasan Indonesia.
Melalui penggunaan alat USG ini diharapkan ibu hamil sudah bisa melakukan deteksi awal jika terdapat risiko proses persalinan atau ada gangguan pertumbuhan pada janin.
Hal ini juga bisa mencegah stunting, semisal pertumbuhan janin yang terlambat bisa dilakukan intervensi gizi kepada ibunya. Dengan itu proses kehamilan menjadi lebih baik dan anak tidak lahir dengan kondisi stunting.
Selain mengirimkan 10.000 USG ke semua puskesmas di Indonesia secara bertahap, juga akan dikirimkan sebanyak 313.737 antropometri untuk 303.416 posyandu secara bertahap. Targetnya pengiriman ini dapat terpenuhi pada 2024.
Alat USG yang dikirimkan itu berbentuk portable, sehingga diharapkan bisa menjangkau wilayah remote area, daerah perifer di ujung-ujung perbatasan Indonesia.
Melalui penggunaan alat USG ini diharapkan ibu hamil sudah bisa melakukan deteksi awal jika terdapat risiko proses persalinan atau ada gangguan pertumbuhan pada janin.
Hal ini juga bisa mencegah stunting, semisal pertumbuhan janin yang terlambat bisa dilakukan intervensi gizi kepada ibunya. Dengan itu proses kehamilan menjadi lebih baik dan anak tidak lahir dengan kondisi stunting.
Lihat Juga :