alexametrics

Konferensi Indonesia Bergizi 2015

Jalin Sinergi '3P' untuk Meningkatkan Gizi Anak & Remaja

loading...
Jalin Sinergi 3P untuk Meningkatkan Gizi Anak & Remaja
Konferensi Indonesia Bergizi 2015. (Foto: Japfa Foundation for Sindonews)
A+ A-
JAKARTA - Mengajak berbagai pihak yang peduli dengan ‘Gizi Anak dan Remaja’ untuk duduk bersama, saling berbagi praktek terbaik, data maupun teori ilmiah terbaru, dalam suatu semangat sinergi kemitraan. ‘Konsorsium Indonesia Bergizi’ menggelar “Konferensi Indonesia Bergizi 2015; Perbaikan Gizi Anak & Remaja Melalui Sinergi Kemitraan” yang berlangsung di Hotel Harris, Tebet, Jakarta, Senin (23/11/2015).

Konferensi ini menekankan pentingnya berbagai pemangku kepentingan, yakni Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Swasta, dan Akademisi. Untuk bersinergi bersama-sama merumuskan dan melaksanakan berbagai rangkaian program dan kebijakan secara komprehensif, berkesinambungan dan terukur.

Andi Prasetyo, Ketua Konsorsium Indonesia Bergizi, dalam sambutannya di awal acara ini mengatakan. “Apa yang kami lakukan adalah menjalin komunikasi, jejaring dan kerjasama konkret antara Pemerintah, Publik dan Perusahaan untuk berbagi data, informasi, dan temuan ilmiah terbaru, serta saling membuka akses untuk bersama-sama menyusun program peningkatan Gizi yang saling komplementer agar permasalahan gizi di Indonesia bisa mulai dihadapi secara menyeluruh. Ini sangat penting mengingat berbagai data terkini menunjukkan angka gizi buruk di Indonesia masih tinggi.”



Pernyataan Andi Prasetyo didukung oleh Ir. Ahmad Syafiq Msc. PhD., Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). “Permasalahan Gizi di Indonesia memang mulai mendapat momen dan perhatian dari Masyarakat, Pemerintah maupun Swasta. Ini terlihat dari mulai banyaknya macam-macam kegiatan semisal riset, penelitian, kebijakan, gerakan swadaya masyarakat, bahkan banyak gerakan solidaritas melalui media sosial dan sebagainya.”

“Namun banyak ditemui bahwa berbagai inisiatif tersebut banyak yang berjalan sendiri-sendiri, sehingga hasil program atau riset antara yang satu dengan yang lain sering tidak komprehensif, ada juga yang saling tumpang tindih sehingga banyak yang sifatnya menyelesaikan program jangka pendek. Ini cukup disayangkan karena sumber daya yang dikeluarkan sering tidak sebanding dengan usaha yang ada,” imbuhnya.

Ahmad Syafiq melanjutkan, “Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh Japfa Foundation bersama Indonesia Bergizi ini sangat unik, yaitu mengajak para pihak untuk duduk bersama, menjalin jejaring, berbagi informasi, saling membuka akses, dan diskusi best-practice untuk memformulasikan tindakan nyata. Hasilnya kemudian dipublikasikan untuk umum dan ide-ide program yang muncul kami buka seluas luasnya untuk diimplementasikan oleh siapa saja. Tidak berhenti disana, Indonesia Bergizi terus mengajak para pihak untuk duduk bersama-sama secara berkala mendiskusikan program dan temuannya; hal ini berarti tercipta suatu siklus saling belajar menjadi Learning Organization yang memiliki dampak lebih awet dan terukur”

Adapun konferensi ini dibuka dengan paparan umum mengenai Gizi Anak dan Remaja, kemudian ditajamkan menjadi tiga Working Group; Kelompok Sains/Akademis, Kelompok Sosial Ekonomi dan Kelompok Kreatif.

Tiap grup ini bertujuan memicu sekaligus memfasilitasi pihak-pihak yang peduli untuk berdiskusi mengenai masalah gizi anak dan remaja sesuai dengan sudut pandang, keahlian dan perspektif masing-masing peserta.

Diharapkan dari setiap Working Group ini, muncul ide-ide segar yang akan diaktualisasikan dalam pembentukan prototype program yang bisa diakses serta diimplementasikan oleh khalayak umum untuk menyelesaikan masalah gizi anak dan remaja bangsa.

Amanda Katili Niode PhD, Ketua Omar Niode Foundation, menekankan pentingnya mengangkat kearifan tradisional dan pangan lokal dalam meningkatkan gizi anak dan remaja. Hal ini karena Indonesia memiliki ribuan jenis kuliner yang terbuat dari bahan alami. Masyarakat pun lebih menyukai makanan, minuman serta kudapan tradisional yang beragam, berbumbu dan bergizi.

Sejak usia dini, lanjut Amanda, anak perlu diberikan pemahaman dari mana makanan mereka berasal. Program seperti kitchen garden di sekolah tempat anak-anak mulai belajar menanam dan memelihara dan kemudian mencoba resep-resep makanan tradisional sederhana yang sehat dan bergizi merupakan nilai-nilai pendidikan yang akan bermanfaat sampai mereka remaja dan dewasa. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menanam sayur-mayur pasti akan menghargai dan menyantap hasilnya serta di kemudian hari menerapkan pola makan yang lebih sehat.

Sekilas Tentang Indonesia Bergizi

Indonesia Bergizi adalah sebuah Konsorsium yang digagas oleh Japfa Foundation (JF), bersama para mitra dan jejaringnya; antara lain Omar Niode Foundation (ONF), para Akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI (FKM UI), PT Media Pangan, PT Selaras Hati Sejahtera (SHS), dan Company-Community Partnership for Health Indonesia (CCPHI).

Tujuan utama Indonesia Bergizi adalah untuk mepromosikan dan memfasilitasi lintas kemitraan antara Pemerintah, Perusahaan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Akademisi dan para pemangku kepentingan tentang Gizi di Indonesia, untuk duduk bersama, berdiskusi, berjejaring untuk melakukan ragam Program peningkatan Gizi bagi seluruh masyarakat Indonesia, secara berkelanjutan, komprehensif dan terukur.
(neg)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak