Review Film 65: Teror Dinosaurus yang Kurang Nendang
Rabu, 12 April 2023 - 21:56 WIB
loading...
A
A
A
Bonding ayah dan anak antara Mills dan Koa cukup bagus. Adam benar-benar mampu memerankan sosok ayah yang harus melindungi anaknya dari bahaya apa pun. Hubungan Mills dan Koa terlihat manis di film itu. Tapi, tidak istimewa. Perbedaan bahasa di antara keduanya tidak menambahkan apa pun pada ceritanya.
Film ini sepertinya tidak tertarik untuk membangun dunianya. Alih-alih, film ini lebih fokus membangun ketegangan dan ketakutan di antara penonton lewat cahaya, suara, dan juga sinematografinya. Ini juga yang membuat narasinya tidak ada istimewa-istimewanya. Biasa saja, dan bahkan cenderung datar. Kalau bukan karena penampilan Adam Driver, film ini pasti sudah membosankan.
![Review Film 65: Teror Dinosaurus yang Kurang Nendang]()
Foto: Chicago Sun-Times
Inti dari film ini adalah membawa Mills dan Koa dari titik jatuhnya pesawat mereka ke kapsul penyelamat di atas bukit. Selama perjalanan itu, mereka menghadapi berbagai macam rintangan dari lumpur hidup, serangga aneh, sampai raptor, dinosaurus jenis lain, sampai T-Rex. Dengan alat canggih dan tekadnya untuk membawa Koa pulang, Mills pun berusaha sekuat tenaganya untuk menghalau semua hambatan itu.
Dalam perjalanan itulah bonding antara Mills dan Koa terjadi. Tapi, itu tidak terlalu mendalam. Film ini terlalu fokus pada elemen horor sehingga tidak mengembangkan hal lainnya. Penonton akan dibuat terus bersiap menerima teror demi teror yang sebenarnya tidak terlalu intensif juga. Film ini juga menjual elemen jump scare.
![Review Film 65: Teror Dinosaurus yang Kurang Nendang]()
Foto: Screen Rant
Meski begitu, banyak adegan-adegan di film ini yang terasa tidak nyambung dan tidak perlu. Ketika mereka diserang sekelompok makhluk karnivora, makhluk itu sepertinya tidak nyambung ke mereka. Jarak mereka yang seharusnya dekat, malah terlihat jauh. Jadi, tidak terasa ketegangan di sini. Terlebih, orang akan dengan cepat memastikan kalau bahaya itu bisa disingkirkan.
Film ini sepertinya tidak tertarik untuk membangun dunianya. Alih-alih, film ini lebih fokus membangun ketegangan dan ketakutan di antara penonton lewat cahaya, suara, dan juga sinematografinya. Ini juga yang membuat narasinya tidak ada istimewa-istimewanya. Biasa saja, dan bahkan cenderung datar. Kalau bukan karena penampilan Adam Driver, film ini pasti sudah membosankan.

Foto: Chicago Sun-Times
Inti dari film ini adalah membawa Mills dan Koa dari titik jatuhnya pesawat mereka ke kapsul penyelamat di atas bukit. Selama perjalanan itu, mereka menghadapi berbagai macam rintangan dari lumpur hidup, serangga aneh, sampai raptor, dinosaurus jenis lain, sampai T-Rex. Dengan alat canggih dan tekadnya untuk membawa Koa pulang, Mills pun berusaha sekuat tenaganya untuk menghalau semua hambatan itu.
Dalam perjalanan itulah bonding antara Mills dan Koa terjadi. Tapi, itu tidak terlalu mendalam. Film ini terlalu fokus pada elemen horor sehingga tidak mengembangkan hal lainnya. Penonton akan dibuat terus bersiap menerima teror demi teror yang sebenarnya tidak terlalu intensif juga. Film ini juga menjual elemen jump scare.

Foto: Screen Rant
Meski begitu, banyak adegan-adegan di film ini yang terasa tidak nyambung dan tidak perlu. Ketika mereka diserang sekelompok makhluk karnivora, makhluk itu sepertinya tidak nyambung ke mereka. Jarak mereka yang seharusnya dekat, malah terlihat jauh. Jadi, tidak terasa ketegangan di sini. Terlebih, orang akan dengan cepat memastikan kalau bahaya itu bisa disingkirkan.
Lihat Juga :