Ini Gejala, Penyebab dan Faktor Risiko Kehamilan Samar
Senin, 20 Juli 2020 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Dokter mungkin merasa sulit untuk mengidentifikasi wanita dengan karakteristik menolak kehamilan. Adapun wanita hamil yang mengalami gangguan kejiwaan mungkin menyadari gejala mereka tetapi menyangkal kehamilan mereka dan menghubungkannya dengan penyebab lain. (Baca Juga: Tips Kehamilan Aman di Masa Pandemi COVID-19 )
Sementara, wanita tanpa penyakit mental mungkin mengalami stres dan konflik tentang kehamilan, yang dapat menyebabkan kehamilan samar. Dokter belum menetapkan faktor risiko untuk kehamilan samar karena mereka tidak dapat mengidentifikasi gejala umum.
Seperti diberitakan sebelumnya , seorang wanita di Tasikmalaya, Jawa Barat dikabarkan melahirkan setelah 1 jam hamil. Diketahui ibu bayi bernama Heni Nuraeni tidak mengalami gejala ibu hamil lainnya, seperti ngidam atau mual. Bahkan, Heni yang berusia 28 tahun itu mengaku teratur menstruasi selama 9 bulan ini.
Heni melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Lingga Cipta Radeva secara normal dengan berat 3,4 kilogram dengan panjang 48 sentimeter. Berdasarkan keterangan Kasi Promosi dan Pemberdayaan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr Reti Zia D, kondisi yang dialami Heni ini disebut sebagai cryptic pregnancy.
Sementara, wanita tanpa penyakit mental mungkin mengalami stres dan konflik tentang kehamilan, yang dapat menyebabkan kehamilan samar. Dokter belum menetapkan faktor risiko untuk kehamilan samar karena mereka tidak dapat mengidentifikasi gejala umum.
Seperti diberitakan sebelumnya , seorang wanita di Tasikmalaya, Jawa Barat dikabarkan melahirkan setelah 1 jam hamil. Diketahui ibu bayi bernama Heni Nuraeni tidak mengalami gejala ibu hamil lainnya, seperti ngidam atau mual. Bahkan, Heni yang berusia 28 tahun itu mengaku teratur menstruasi selama 9 bulan ini.
Heni melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Lingga Cipta Radeva secara normal dengan berat 3,4 kilogram dengan panjang 48 sentimeter. Berdasarkan keterangan Kasi Promosi dan Pemberdayaan kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr Reti Zia D, kondisi yang dialami Heni ini disebut sebagai cryptic pregnancy.
(alv)
Lihat Juga :