Main Video Game Bermanfaat dalam Pengembangan Kognitif
Selasa, 14 April 2020 - 14:44 WIB
loading...
Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman bermain video game dapat meningkatkan perkembangan kognitif. Foto/Aleteia.org
A
A
A
JAKARTA - Bermain video game tidak hanya menghibur, tapi juga memiliki sejumlah manfaat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pengalaman bermain video game dapat meningkatkan perkembangan kognitif seperti sensitivitas yang lebih besar terhadap kontras, koordinasi mata ke tangan lebih baik, dan memori yang superior.
Video game strategi aksi real time seperti Age of Empires, World of Warcraft, dan Total War dimainkan oleh jutaan orang. Permainan-permainan tersebut dapat dimenangkan melalui perencanaan strategis, perhatian selektif, keterampilan sensorimotor, dan kerja tim yang menempatkan banyak tuntutan pada otak.
Studi ini menemukan bahwa pemain ahli dari game strategi real time memiliki pemrosesan informasi yang lebih cepat, mengalokasikan lebih banyak kekuatan kognitif untuk rangsangan visual individu, dan mengalokasikan sumber daya kognitif terbatas antara rangsangan berturut-turut lebih efektif melalui waktu.
Dilansir dari laman Times Now News, temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience itu menunjukkan bahwa bermain game dapat menyebabkan perubahan jangka panjang pada otak dan meningkatkan perhatian selektif visual temporal.
"Tujuan kami adalah mengevaluasi efek jangka panjang dari pengalaman bermain game strategi real time pada perhatian selektif visual temporal," kata penulis jurnal Dr. Diankun Gong, Associate Professor di Ministry of Education Key Laboratory untuk Neuroinformation di University of Electronic Science and Technology, China.
Untuk mempelajari efek permainan pada perhatian selektif visual temporal, Gong dan rekannya memilih 38 sukarelawan. Mereka terdiri atas siswa pria muda yang sehat dari University of Electronic Science and Technology.
Setengah dari sukarelawan adalah pemain ahli dari game strategi aksi real time khas League of Legend. Sisanya merupakan pemula, dengan pengalaman kurang dari enam bulan dalam memainkan permainan yang sama.
Video game strategi aksi real time seperti Age of Empires, World of Warcraft, dan Total War dimainkan oleh jutaan orang. Permainan-permainan tersebut dapat dimenangkan melalui perencanaan strategis, perhatian selektif, keterampilan sensorimotor, dan kerja tim yang menempatkan banyak tuntutan pada otak.
Studi ini menemukan bahwa pemain ahli dari game strategi real time memiliki pemrosesan informasi yang lebih cepat, mengalokasikan lebih banyak kekuatan kognitif untuk rangsangan visual individu, dan mengalokasikan sumber daya kognitif terbatas antara rangsangan berturut-turut lebih efektif melalui waktu.
Dilansir dari laman Times Now News, temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Human Neuroscience itu menunjukkan bahwa bermain game dapat menyebabkan perubahan jangka panjang pada otak dan meningkatkan perhatian selektif visual temporal.
"Tujuan kami adalah mengevaluasi efek jangka panjang dari pengalaman bermain game strategi real time pada perhatian selektif visual temporal," kata penulis jurnal Dr. Diankun Gong, Associate Professor di Ministry of Education Key Laboratory untuk Neuroinformation di University of Electronic Science and Technology, China.
Untuk mempelajari efek permainan pada perhatian selektif visual temporal, Gong dan rekannya memilih 38 sukarelawan. Mereka terdiri atas siswa pria muda yang sehat dari University of Electronic Science and Technology.
Setengah dari sukarelawan adalah pemain ahli dari game strategi aksi real time khas League of Legend. Sisanya merupakan pemula, dengan pengalaman kurang dari enam bulan dalam memainkan permainan yang sama.
Lihat Juga :