Skandal Ericko Lim dan Netizen yang Hobi Cancel Culture
Senin, 20 Juli 2020 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
Contoh lain dari online shaming adalah doxing (mencari identitas personal seseorang untuk niat jahat ), ulasan negatif, dan revenge porn.
Cancel culture juga jadi salah satu hasil ekspresi dari emosi berlebihan yang diluapkan oleh netizen.
![Skandal Ericko Lim dan Netizen yang Hobi Cancel Culture]()
Foto:Chelsea Stahl/NBC News/Getty Images/AP
Dikutip dari Meriam-Webster, sejarah cancel culture berawal dari gerakan #Metoo beberapa tahun lalu yang digunakan untuk membela pengguna Twitter berkulit hitam yang mendapatkan cuitan ofensif dari beberapa seleb.
Namun saat ini, penerapan tindakan cancellationjadi melenceng dan lebih dibumbui dengan rasa kebencian terus-menerus terhadap seleb tersebut.
Ada banyak pro dan kontra soal fenomena cancel culture. Walau budaya ini disebut sebagai pengontrol perilaku orang terkenal dalam bermedia sosial, tapi hal ini dianggap perilaku buruk yang bisa merusak masa depan orang yang jadi target.
Netizen seolah lupa hal-hal positif yang pernah dilakukan orang tersebut dan gak mau memberikan mereka kesempatan untuk menjadi lebih baik. (Baca Juga: Tipe-Tipe Pengendara Motor di Jalanan, Kamu Termasuk yang Mana? )
Salah satu seleb yang sering menjadi target cancel culture, Karin Novilda atau akrab dipanggil Awkarin, mengkritisi tentang budaya ini lewat akun Twitternya.
Cancel culture juga jadi salah satu hasil ekspresi dari emosi berlebihan yang diluapkan oleh netizen.

Foto:Chelsea Stahl/NBC News/Getty Images/AP
Dikutip dari Meriam-Webster, sejarah cancel culture berawal dari gerakan #Metoo beberapa tahun lalu yang digunakan untuk membela pengguna Twitter berkulit hitam yang mendapatkan cuitan ofensif dari beberapa seleb.
Namun saat ini, penerapan tindakan cancellationjadi melenceng dan lebih dibumbui dengan rasa kebencian terus-menerus terhadap seleb tersebut.
Ada banyak pro dan kontra soal fenomena cancel culture. Walau budaya ini disebut sebagai pengontrol perilaku orang terkenal dalam bermedia sosial, tapi hal ini dianggap perilaku buruk yang bisa merusak masa depan orang yang jadi target.
Netizen seolah lupa hal-hal positif yang pernah dilakukan orang tersebut dan gak mau memberikan mereka kesempatan untuk menjadi lebih baik. (Baca Juga: Tipe-Tipe Pengendara Motor di Jalanan, Kamu Termasuk yang Mana? )
Salah satu seleb yang sering menjadi target cancel culture, Karin Novilda atau akrab dipanggil Awkarin, mengkritisi tentang budaya ini lewat akun Twitternya.
Lihat Juga :