Narsis Habis, 10 Karakter Anime Ini Hanya Cinta Dirinya Sendiri
Minggu, 16 April 2023 - 12:12 WIB
loading...
A
A
A
Perasaan orang lain tidak pernah terlintas di benak Haruhi di saat dia mengejar kehidupan luar biasa. Bahkan, ketika dia memperlihatkan sekilas empati, perhatiannya kembali pada hasrat egoisnya. Dia tidak meninggalkan ruang untuk mempertimbangkan keinginan teman-temannya di dalam benaknya.
![Narsis Habis, 10 Karakter Anime Ini Hanya Cinta Dirinya Sendiri]()
Foto: Amazon.com
Karena dibesarkan di tengah keluarga bangsawan dan punya kepribadian mengagumkan, Hotohori dari Fushigi Yugi layak bertindak agak sia-sia. Tapi, narsisistiknya kadang bisa menguasainya, meskipun Hotohori bukanlah orang yang bersifat egois. Dia adalah puncak standar kecantikan shoujo pada 90-an, dan dia tahu itu.
Bangga pada tampangnya yang ganteng, kaisar keempat Konan itu mencintai dirinya sendiri di atas semua orang. Tapi, kebutuhan orang lain masih penting baginya. Ini memberikan keunggulan bagi Hotohori dibandingkan pahlawan anime lain yang juga narsisistik.
![Narsis Habis, 10 Karakter Anime Ini Hanya Cinta Dirinya Sendiri]()
Foto: Anime Feet
Protagonis ikonis FLCL, Haruko Haruhara, adalah pahlawan yang sulit diidam-idamkan. Semua tujuannya murni egois. Dia juga tidak pernah malu dengan secara blak-blakan memanipulasi semua orang di sekitarnya demi mendapatkan apa yang dia inginkan.
Cuek, tidak bisa ditebak, dan terobsesi dengan ambisinya sendiri, mudah untuk berasumsi kalau Haruko hanya mencintai dirinya sendiri. Meskipun, dia mengklaim kalau dia jatuh cinta pada Atomsk, makhluk mirip dewa yang dia kejar di seluruh galaksi. Faktanya, yang menarik Haruko adalah kekuasaan dan dia ingin mengklaim kemampuan Atomsk untuk dirinya sendiri.
Baca Juga: 7 Duo Karakter Penjahat Anime Paling Ikonik Sepanjang Masa
![Narsis Habis, 10 Karakter Anime Ini Hanya Cinta Dirinya Sendiri]()
Foto: Death Note Wiki – Fandom
Dari semua omongannya tentang menciptakan dunia yang adil, Light Yagami dari Death Note sama sekali tidak mempedulikan orang lain, kecuali dirinya sendiri. God complex yang diderita Light pada akhirnya merusak idenya. Ini menyebabkan keruntuhannya di saat dia jadi lebih ceroboh dan terlalu percaya diri setelah mengalahkan L.
Light tidak pernah bisa memperlihatkan empati. Dia memanfaatkan orang-orang yang tulus mencintainya demi memperlancar rencana gilanya. Obsesi ini dengan kekuatan dan kendali akhirnya mengubah seorang siswa yang berfokus pada diri sendiri tapi berniat baik itu menjadi penjahat gila yang menghukum orang lain tanpa mengakui kejahatannya sendiri.
3. Hotohori — Fushigi Yugi

Foto: Amazon.com
Karena dibesarkan di tengah keluarga bangsawan dan punya kepribadian mengagumkan, Hotohori dari Fushigi Yugi layak bertindak agak sia-sia. Tapi, narsisistiknya kadang bisa menguasainya, meskipun Hotohori bukanlah orang yang bersifat egois. Dia adalah puncak standar kecantikan shoujo pada 90-an, dan dia tahu itu.
Bangga pada tampangnya yang ganteng, kaisar keempat Konan itu mencintai dirinya sendiri di atas semua orang. Tapi, kebutuhan orang lain masih penting baginya. Ini memberikan keunggulan bagi Hotohori dibandingkan pahlawan anime lain yang juga narsisistik.
2. Haruko Haruhara — FLCL

Foto: Anime Feet
Protagonis ikonis FLCL, Haruko Haruhara, adalah pahlawan yang sulit diidam-idamkan. Semua tujuannya murni egois. Dia juga tidak pernah malu dengan secara blak-blakan memanipulasi semua orang di sekitarnya demi mendapatkan apa yang dia inginkan.
Cuek, tidak bisa ditebak, dan terobsesi dengan ambisinya sendiri, mudah untuk berasumsi kalau Haruko hanya mencintai dirinya sendiri. Meskipun, dia mengklaim kalau dia jatuh cinta pada Atomsk, makhluk mirip dewa yang dia kejar di seluruh galaksi. Faktanya, yang menarik Haruko adalah kekuasaan dan dia ingin mengklaim kemampuan Atomsk untuk dirinya sendiri.
Baca Juga: 7 Duo Karakter Penjahat Anime Paling Ikonik Sepanjang Masa
1. Light Yagami — Death Note

Foto: Death Note Wiki – Fandom
Dari semua omongannya tentang menciptakan dunia yang adil, Light Yagami dari Death Note sama sekali tidak mempedulikan orang lain, kecuali dirinya sendiri. God complex yang diderita Light pada akhirnya merusak idenya. Ini menyebabkan keruntuhannya di saat dia jadi lebih ceroboh dan terlalu percaya diri setelah mengalahkan L.
Light tidak pernah bisa memperlihatkan empati. Dia memanfaatkan orang-orang yang tulus mencintainya demi memperlancar rencana gilanya. Obsesi ini dengan kekuatan dan kendali akhirnya mengubah seorang siswa yang berfokus pada diri sendiri tapi berniat baik itu menjadi penjahat gila yang menghukum orang lain tanpa mengakui kejahatannya sendiri.
(alv)
Lihat Juga :