CERMIN: Cinderella dari Medan Perang
Rabu, 26 April 2023 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
Namun setangguh-tangguhnya Kate di medan perang, rumah tangganya sendiri dengan Hal, juga adalah perang setiap harinya. Lebih ke perang strategis, bukan perang fisik atau pertengkaran. Hal yang juga mantan duta besar sering kali mencampuri urusan istrinya dengan niat yang sebenarnya baik. tapi sering membuat Kate jengkel setengah mati.
![CERMIN: Cinderella dari Medan Perang]()
Foto: Netflix
Di situlah menariknya The Diplomatketika kita melihat karakter utama, seorang perempuan tangguh dan profesional, yang berjuang setiap harinya di dua medan perang: di kantor dan rumahnya. Dalam delapan episode, kita melihat betapa menariknya sosok Kate Wyler jika saja ia betul-betul hadir di dunia nyata.
Ia bisa jadi sosok calon presiden impian perempuan Amerika. Seseorang yang menjalankan tugas semata-mata untuk negara, bukan untuk menyenangkan hati bosnya.
Dinamika hubungan Kate dan Hal juga dibahas sangat menarik di sini. Keduanya sama-sama profesional meski Hal tampak seperti seseorang yang selalu ingin tahu dan ikut campur dengan segala jaringan yang dimilikinya. Padahal Kate ingin orang-orang menghargainya karena ia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik, bukan karena didukung oleh pengalaman sang suami sebelumnya.
Karena itulah Kate berjibaku setiap hari dengan beragam kepentingan. Mulai dari Presiden Inggris yang ingin mengambil perhatian publik, Presiden Amerika yang bisa dengan mudah berpikir ingin menyerang Iran tanpa bukti yang jelas, dan orang-orang di tengah-tengah mereka.
Kate berperang dengan ego sebagian besar laki-laki yang memegang jabatan paling penting di dunia dan berperan vital dalam menjaga perdamaian dunia. Ditambah lagi Kate masih harus meredam ego dari suaminya yang seperti mengidap post-power syndrome.
![CERMIN: Cinderella dari Medan Perang]()
Foto: Netflix
Negosiasi dan diplomasi menjadi menu menarik dari The Diplomatdan menyegarkan wawasan demi melihat bagaimana orang-orang di sekeliling presiden berjibaku setiap hari hanya demi mencegah agar sang pemimpin itu tak gegabah memerangi negara tertentu seperti Iran misalnya.

Foto: Netflix
Di situlah menariknya The Diplomatketika kita melihat karakter utama, seorang perempuan tangguh dan profesional, yang berjuang setiap harinya di dua medan perang: di kantor dan rumahnya. Dalam delapan episode, kita melihat betapa menariknya sosok Kate Wyler jika saja ia betul-betul hadir di dunia nyata.
Ia bisa jadi sosok calon presiden impian perempuan Amerika. Seseorang yang menjalankan tugas semata-mata untuk negara, bukan untuk menyenangkan hati bosnya.
Dinamika hubungan Kate dan Hal juga dibahas sangat menarik di sini. Keduanya sama-sama profesional meski Hal tampak seperti seseorang yang selalu ingin tahu dan ikut campur dengan segala jaringan yang dimilikinya. Padahal Kate ingin orang-orang menghargainya karena ia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik, bukan karena didukung oleh pengalaman sang suami sebelumnya.
Karena itulah Kate berjibaku setiap hari dengan beragam kepentingan. Mulai dari Presiden Inggris yang ingin mengambil perhatian publik, Presiden Amerika yang bisa dengan mudah berpikir ingin menyerang Iran tanpa bukti yang jelas, dan orang-orang di tengah-tengah mereka.
Kate berperang dengan ego sebagian besar laki-laki yang memegang jabatan paling penting di dunia dan berperan vital dalam menjaga perdamaian dunia. Ditambah lagi Kate masih harus meredam ego dari suaminya yang seperti mengidap post-power syndrome.

Foto: Netflix
Negosiasi dan diplomasi menjadi menu menarik dari The Diplomatdan menyegarkan wawasan demi melihat bagaimana orang-orang di sekeliling presiden berjibaku setiap hari hanya demi mencegah agar sang pemimpin itu tak gegabah memerangi negara tertentu seperti Iran misalnya.
Lihat Juga :