Ahli Kesehatan Terus Berupaya Turunkan Jumlah Perokok di Tanah Air
Jum'at, 28 April 2023 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
"Kandungan antioksidan di dalam beta karoten memiliki potensi untuk mengurangi pembengkakan khususnya yang terjadi di berbagai penyakit kardiovaskular," ungkapnya.
Peneliti lain dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, drg. Amaliya M.Sc., PhD, mengutarakan jika jumlah perokok konvensional yang masih tinggi, yaitu sekitar 57 juta orang.
Berkaitan dengan hal tersebut, para ahli kesehatan terus berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi risiko yang dihasilkan dari penggunaan rokok konvensional. Salah satunya melalui produk tembakau dan nikotin alternatif bagi perokok dewasa.
"Dalam penelitian, rokok elektrik hampir menghilangkan emisi aldehida. Selain itu, paparan formaldehida dan asetaldehida dari rokok elektrik juga lebih rendah dibandingkan paparan dari menghirup udara di rumah," papar drg. Amalya.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan, meski penggunaan produk tembakau maupun nikotin alternatif dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan rokok konvensional, berhenti merokok secara keseluruhan merupakan jalan terbaik.
Sementara, Guru Besar Farmasi Biologis, Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, Prof. apt. Melisa Intan Barliana, Med. Sc., Ph.D, menyampaikan pentingnya penelitian lebih lanjut mengenai produk rokok alternatif.
Peneliti lain dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, drg. Amaliya M.Sc., PhD, mengutarakan jika jumlah perokok konvensional yang masih tinggi, yaitu sekitar 57 juta orang.
Berkaitan dengan hal tersebut, para ahli kesehatan terus berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi risiko yang dihasilkan dari penggunaan rokok konvensional. Salah satunya melalui produk tembakau dan nikotin alternatif bagi perokok dewasa.
"Dalam penelitian, rokok elektrik hampir menghilangkan emisi aldehida. Selain itu, paparan formaldehida dan asetaldehida dari rokok elektrik juga lebih rendah dibandingkan paparan dari menghirup udara di rumah," papar drg. Amalya.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan, meski penggunaan produk tembakau maupun nikotin alternatif dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan rokok konvensional, berhenti merokok secara keseluruhan merupakan jalan terbaik.
Sementara, Guru Besar Farmasi Biologis, Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, Prof. apt. Melisa Intan Barliana, Med. Sc., Ph.D, menyampaikan pentingnya penelitian lebih lanjut mengenai produk rokok alternatif.
Lihat Juga :