Diputar Pekan Depan, Film Joshua Tree Kisahkah Perjuangan Remaja Autis
Minggu, 30 April 2023 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
“Saat pandemi Covid-19, orang tua Joshua memiliki ide untuk membuat film tentang anak remaja laki-laki mereka yang mengalami autisme berat dan kemajuan luar biasanya selama enam bulan,” kata Dr. Evelina Larissa Wijaya di Jakarta, 29 April 2023.
Evalina mengungkapkan, ide pembuatan film itu dilatarbelakangi kepekaan dan kesadaran bahwa orang tua dan pendamping anak-anak dengan autisme berat seringkali merasa putus asa saat orang yang mereka sayangi tumbuh ke masa remaja dan dewasa.
“Melalui dokumenter ini, mereka berharap untuk menunjukkan bahwa dengan lingkungan, asupan nutrisi, aktivitas fisik, dan pola pikir orang di sekitarnya yang tepat, sangat mungkin untuk membawa perubahan menakjubkan dalam hidup individu autistik,” terang Evelina.
Sementara itu, Ibu Joshua yakni Deibby Mamahit, mengatakan bahwa film tersebut membawa suatu pesan mengenai cinta dan pengharapan bahwa individu dengan autisme bisa terus berkembang dan belajar.
“Jangan pernah menyerah. Nikmati mereka dan keistimewaan yang mereka punya. Manusia adalah bagian dari alam dan dapat dimetaforakan sebagai pohon. Seorang anak dalam spektrum autisme sangat memerlukan keluarganya, ,” ujarnya.
Menurutnya, sutradara melihat bahwa keluarga Joshua adalah inti dari semua ini. Pohon tempat Joshua berpegang, berlindung, merasa aman dan berjalan terus menjalani hidupnya. Sehingga, dalam kata lain, keluarga adalah Joshua Tree.
Evalina mengungkapkan, ide pembuatan film itu dilatarbelakangi kepekaan dan kesadaran bahwa orang tua dan pendamping anak-anak dengan autisme berat seringkali merasa putus asa saat orang yang mereka sayangi tumbuh ke masa remaja dan dewasa.
“Melalui dokumenter ini, mereka berharap untuk menunjukkan bahwa dengan lingkungan, asupan nutrisi, aktivitas fisik, dan pola pikir orang di sekitarnya yang tepat, sangat mungkin untuk membawa perubahan menakjubkan dalam hidup individu autistik,” terang Evelina.
Sementara itu, Ibu Joshua yakni Deibby Mamahit, mengatakan bahwa film tersebut membawa suatu pesan mengenai cinta dan pengharapan bahwa individu dengan autisme bisa terus berkembang dan belajar.
“Jangan pernah menyerah. Nikmati mereka dan keistimewaan yang mereka punya. Manusia adalah bagian dari alam dan dapat dimetaforakan sebagai pohon. Seorang anak dalam spektrum autisme sangat memerlukan keluarganya, ,” ujarnya.
Menurutnya, sutradara melihat bahwa keluarga Joshua adalah inti dari semua ini. Pohon tempat Joshua berpegang, berlindung, merasa aman dan berjalan terus menjalani hidupnya. Sehingga, dalam kata lain, keluarga adalah Joshua Tree.
Lihat Juga :