Review Guardians of the Galaxy Vol. 3: Sebuah Tangisan Perpisahan
Rabu, 03 Mei 2023 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
Lewat lagu itu, film ini seolah menggiring penonton untuk mempertanyakan diri mereka sendiri dan juga eksistensi mereka. Lagu ini juga menyiratkan bahwa orang butuh merasakan keterikatan dengan sebuah tempat sehingga merasa diterima dan punya tempat. Nuansa inilah yang sebenarnya diangkat di film tersebut. Diakui atau tidak.
Sebagai sebuah penutup, James juga tak lupa memberikan perkembangan pada masing-masing karakter di film itu. Yang paling menonjol di sini adalah Mantis. Dia sudah mulai berani menyuarakan dirinya, tak lagi menjadi pengikut. Sementara, Nebula, meski masih kaku, sudah mulai menyadari apa perannya.
![Review Guardians of the Galaxy Vol. 3: Sebuah Tangisan Perpisahan]()
Foto: Marvel
Peter Quill, yang masih gagal move on, akhirnya tahu apa yang dia cari selama ini. Dia memang masih berusaha mendekati Gamora. Namun, Gamora yang sekarang ada, varian dari 2014 pra-Guardians of the Galaxy, adalah sosok berbeda. Dia masih liar dan lebih suka menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan setiap masalah.
Karakter lain yang juga mendapatkan perkembangan adalah Groot. Di departemen kemampuan dan kekuatan, Groot yang tampil di film ini jauh lebih berkembang. Dia bisa punya sayap, terbang, dan juga menyimpan senjata. Ketika bertarung pun, dia sudah lebih lincah dari sebelumnya.
![Review Guardians of the Galaxy Vol. 3: Sebuah Tangisan Perpisahan]()
Foto: Marvel
Yang disayangkan dari film ini adalah Adam Warlock. Dinantikan sebagai karakter penggebrak, Adam yang diperankan Will Poulter terasa hanya sebagai hiasan di film ini. Karakternya canggung dan aneh, dia terasa seperti seorang bocah, tapi terlalu dewasa untuk jadi imut dan lugu seperti anak-anak. Karakter ini mungkin yang paling mengecewakan di seri ketiga.
Di departemen penjahat, Chukwudi Iwuji dengan sangat luar biasa mampu menampilkan sosok High Evolutionary yang tidak bermoral dan kejam. Dia mengganggu dan bikin penonton emosi. Ambisinya menciptakan masyarakat yang sempurna tanpa kekerasan berbanding terbalik dengan eksperimen kejamnya terhadap makhluk apa pun.
![Review Guardians of the Galaxy Vol. 3: Sebuah Tangisan Perpisahan]()
Foto: Marvel
Pada akhirnya, Guardians of the Galaxy Vol. 3 memberikan penutup bagi masa lalu Rocket. Kehadiran teman-teman lama Rocket seperti Lylla, Theefs, dan Sky akan menambah suasana haru dan penuh emosi dalam perjalanan hidup Rocket. James tidak perlu memberikan dialog mendayu-dayu, tapi dari ekspresi dan dialog sehari-hari, sudah cukup memberikan bobot emosi dalam film ini.
Sebagai sebuah penutup, James juga tak lupa memberikan perkembangan pada masing-masing karakter di film itu. Yang paling menonjol di sini adalah Mantis. Dia sudah mulai berani menyuarakan dirinya, tak lagi menjadi pengikut. Sementara, Nebula, meski masih kaku, sudah mulai menyadari apa perannya.

Foto: Marvel
Peter Quill, yang masih gagal move on, akhirnya tahu apa yang dia cari selama ini. Dia memang masih berusaha mendekati Gamora. Namun, Gamora yang sekarang ada, varian dari 2014 pra-Guardians of the Galaxy, adalah sosok berbeda. Dia masih liar dan lebih suka menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan setiap masalah.
Karakter lain yang juga mendapatkan perkembangan adalah Groot. Di departemen kemampuan dan kekuatan, Groot yang tampil di film ini jauh lebih berkembang. Dia bisa punya sayap, terbang, dan juga menyimpan senjata. Ketika bertarung pun, dia sudah lebih lincah dari sebelumnya.

Foto: Marvel
Yang disayangkan dari film ini adalah Adam Warlock. Dinantikan sebagai karakter penggebrak, Adam yang diperankan Will Poulter terasa hanya sebagai hiasan di film ini. Karakternya canggung dan aneh, dia terasa seperti seorang bocah, tapi terlalu dewasa untuk jadi imut dan lugu seperti anak-anak. Karakter ini mungkin yang paling mengecewakan di seri ketiga.
Di departemen penjahat, Chukwudi Iwuji dengan sangat luar biasa mampu menampilkan sosok High Evolutionary yang tidak bermoral dan kejam. Dia mengganggu dan bikin penonton emosi. Ambisinya menciptakan masyarakat yang sempurna tanpa kekerasan berbanding terbalik dengan eksperimen kejamnya terhadap makhluk apa pun.

Foto: Marvel
Pada akhirnya, Guardians of the Galaxy Vol. 3 memberikan penutup bagi masa lalu Rocket. Kehadiran teman-teman lama Rocket seperti Lylla, Theefs, dan Sky akan menambah suasana haru dan penuh emosi dalam perjalanan hidup Rocket. James tidak perlu memberikan dialog mendayu-dayu, tapi dari ekspresi dan dialog sehari-hari, sudah cukup memberikan bobot emosi dalam film ini.
Lihat Juga :