Ini Alasan Mengapa Kreator Oshi no Ko Membunuh Ai Hoshino
Rabu, 03 Mei 2023 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Akasaka terpaksa membunuh Ai karena takut kalau kehadiran Ai bakal membayang-bayangi perkembangan kedua anaknya. Meskipun Ai menemui akhir yang tragis, banyak penggemar percaya kalau dia akan muncul dalam bentuk reinkarnasi cepat atau lambat. Mereka kini tinggal menanti apakah spekulasi itu jadi nyata.
![Ini Alasan Mengapa Kreator Oshi no Ko Membunuh Ai Hoshino]()
Foto: SportsKeeda
Seperti yang dikenali para penggemar Oshi no Ko, pembunuhan Ai itu sangat mirip dengan penyerangan seorang idol yang terjadi di Jepang. Di negara itu, telah terjadi beberapa kali kasus penyerangan yang dilakukan penggemar yang terganggu kejiwaannya terhadap idol favorit mereka. Penyerangan itu brutal dan menyebabkan sang idol terancam nyawanya.
Salah satunya adalah penusukan yang dialami Mayu Tomita, pada 21 Mei 2016. Ketika peristiwa itu terjadi, Mayu, yang saat itu berusia 20 tahun, ditusuk berkali-kali di leher dan dadanya oleh penggemarnya sendiri, Tomohiro Iwazaki, 27. Sebelum diserang, Mayu sudah mengalami pengancaman lewat pesan online yang dikirimkan pelaku.
Sebenarnya, Mayu sudah melaporkan pesan-pesan berbahaya yang dikirimkan Tomohiro kepadanya. Tapi, polisi mengabaikannya. Mereka percaya kalau itu bukanlah tanda ancaman besar. Setelah ditusuk dan selamat, Mayu mengkritik kepolisian Tokyo Metropolitan karena respons buruk mereka atas laporannya itu. Akibat insiden itu, undang-undang anti-penguntitan/stalking di Jepang sekarang memasukkan ancaman yang dibuat lewat media sosial.
Cerita Oshi no Ko Mirip Peristiwa di Dunia Nyata

Foto: SportsKeeda
Seperti yang dikenali para penggemar Oshi no Ko, pembunuhan Ai itu sangat mirip dengan penyerangan seorang idol yang terjadi di Jepang. Di negara itu, telah terjadi beberapa kali kasus penyerangan yang dilakukan penggemar yang terganggu kejiwaannya terhadap idol favorit mereka. Penyerangan itu brutal dan menyebabkan sang idol terancam nyawanya.
Salah satunya adalah penusukan yang dialami Mayu Tomita, pada 21 Mei 2016. Ketika peristiwa itu terjadi, Mayu, yang saat itu berusia 20 tahun, ditusuk berkali-kali di leher dan dadanya oleh penggemarnya sendiri, Tomohiro Iwazaki, 27. Sebelum diserang, Mayu sudah mengalami pengancaman lewat pesan online yang dikirimkan pelaku.
Sebenarnya, Mayu sudah melaporkan pesan-pesan berbahaya yang dikirimkan Tomohiro kepadanya. Tapi, polisi mengabaikannya. Mereka percaya kalau itu bukanlah tanda ancaman besar. Setelah ditusuk dan selamat, Mayu mengkritik kepolisian Tokyo Metropolitan karena respons buruk mereka atas laporannya itu. Akibat insiden itu, undang-undang anti-penguntitan/stalking di Jepang sekarang memasukkan ancaman yang dibuat lewat media sosial.
Lihat Juga :